Nama lengkapnya adalah Syekh Sulaiman bin Muhammad bin Umar al-Syafii, atau dikenal dengan nama Imam Bujairimi. Imam Bujairimi lahir di Bujairimi, sebuah desa yang terletak di sebelah barat kota Mesir tahun 1131 H.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi Profil Syekh Sulaiman al-Bujairimi
- Kelahiran
- Wafat
- Nasab Keluarga
- Pendidikan
- Guru
- Pujian Ulama kepada Sulaiman al-Bujairami
- Karya
- Chart Silsilah Sanad
- Referensi
1. Kelahiran
Nama lengkapnya adalah Syekh Sulaiman bin Muhammad bin Umar Al-Syafii, atau dikenal dengan nama Imam Bujairimi. Imam Bujairimi lahir di Bujairimi, sebuah desa yang terletak di sebelah barat kota Mesir. tahun 1131 H/1719 Masehi. Bujairim merupakan sebuah perkampungan yang terletak di wilayah al-Gharbiyyah, Mesir.
2. Wafat
Beliau wafat pada tanggal 16 Ramadhan 1221 H.
3. Nasab Keluarga
Nasab beliau bersambung dengan Syekh Jum’ah Al-Zaidi yang bersambung nasabnya sehingga Muhammad bin Al-Hanafiyyah, anak Sayidina ‘Ali.
4. Pendidikan
Sulaiman Al Bujairami menghafal al-Quran di bawah bimbingan saudaranya Syekh Musa Al-Bujairami hingga selesai hafalannya. Kemudian berguru kepada Syekh al-‘Asymawi. Kepadanya Sulaiman Al Bujairami belajar kitab-kitab seperti Sahih al-Bukhari, Sahih Muslim, Sunan al-Termizi, Sunan Abu Daud, al-Syifa karangan al-Qadhi ‘Iyadh, al-Mawahib al-Laduniyyah karangan al-Qasthalani, Syarah Manhaj al-Thullab karangan Zakariyyah al-Ansari, Syarah Minhaj al-Thalibin karangan al-Ramli dan Ibnu Hajar al-Haitami.
5. Guru-gurunya
- Syekh Muhammad Al-Hufni
- Syekh Al-Dairabi
- Syekh Ali Al-Sa’idi
- Syekh Al-Sayyid Al-Bulaidi
- Syekh ‘Athiyyah Al-Ajhuri
- Syekh Al-Malawi
- Syekh Al-Jauhari
- Syekh Al-Madabighi
Baca juga: Universitas Al-Azhar Kairo Kini Resmi Mengajarkan Bahasa Indonesia
6. Pujian Ulama kepada Sulaiman Al-Bujairami
Syekh Abdul Razak Al-Baithar memujinya sebagai seorang alim, faqih, muhaddits, penutup ulama muhaqqiqin, penerus ulama salaf, ka'bah para ulama, rujukan para fuqaha dan lain-lain pujian.
7. Karya
Imam Bujairimi hidup pada abad ke 12. Sehingga dalam karangannya beliau banyak mengupas hukum-hukum Islam yang terjadi pada masa itu, yang kebetulan kasus hukumnya masih terjadi di tengah-tengah masyarakat sekarang.
Sehingga tak jarang kitab ini menjadi rujukan para kyai dan santri saat melakukan diskusi hukum Islam (semisal Bahtsul Masail). Redaksi bahasa arab dalam kitab ini lebih dapat dipahami oleh santri-santri kelas menengah dan atas.
Imam Bujairimi dengan teliti dan detail menjelaskan kosa kata yang dianggap asing yang ada pada kitab asalnya, baik kitab syarah al-Iqna maupun matan taqribnya. Beliau juga menjabarkan hukum-hukum tentang suatu kasus secara luas dan rinci.
- Kitab ‘Hasyiyah Bujairimi alal Khathib’ atau dikenal juga dengan nama ‘Tuhfatul al-Habib’, merupakan kitab Hasyiyah atau catatan pinggir dari kitab Syarah “Al-Iqna” karangan Imam Khotib Al Syarbini (977 H).
- Kitab Al-Iqna, merupakan kitab syarah (penjelasan) dari kitab “Al-Ghayah wa Al-Taqrib” atau dikenal dengan nama kitab “Matan Taqrib” karangan Syekh Syihabuddin Abu Sujaa’ Ahmad bin Al-Husain bin Ahmad Al-Ashfihani, atau dikenal dengan nama Qodli Abu Syujaa’ (593 H).
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

