04 Jan 2019 · 4.193 dibaca · Artikel Keagamaan
Laduni.ID, Jakarta - Saya mendengar nama Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani sejak mengaji kitab Shahih Bukhari di Ploso (1997), ketika Kyai Nurul Huda kadang menjelaskan makna dan keterangan yang mengutip dari kitab Fathul Bari.
Menjadi lebih sering membaca karya Imam Ibnu Hajar ketika mendapat keterangan berbagai Hadis yang kita amalkan dituduh dhaif atau dianggap palsu oleh sebagian pihak. Perlahan kemudian saya membaca kitab Al-Qaul Al-Musaddad, At-Talkhish Al-Habir, Raudhatul Muhadditsin, Bulughul Maram, tidak ketinggalan Fathul Bari dan lainnya, yang ternyata saya dapati sebagai karya Imam Ibnu Hajar. Khusus kitab terakhir tersebut adalah kitab besar. Ada yang versi cetakan 15 jilid dan macam-macam. Sulit bagi saya mampu mengkhatamkan kitab ini kecuali sebagai bacaan tambahan ketika tidak memahami Hadis dalam Shahih Bukhari.
Namun Alhamdulilah, saya mendapat hadiah kitab dari Kyai Nur Rohmad yang mengulas aqidah Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani yang terdapat dalam kitab Fathul Bari
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+