05 Jan 2019 · 3.398 dibaca · Aswaja
Laduni.ID, Jombang - Sejauh perjalanan Aswaja di Indonesia, oleh masyarakat luas Aswaja dianggap sebagai manhajul fikr yang mampu menjadikan Aswaja berdialektika dengan zaman. Di satu sisi, dengan menjadi Manhaj bisa memperlihatkan kelenturan Aswaja dalam memasuki ruang nilai kehidupan dalam berbangsa dan bernegara.
Almarhum KH. A. Warits Ilyas (Allahummaghfirlahu wa 'afihi wa'fu 'anhu) bukan lantas tidak setuju dengan faham Aswaja menjadi Manhajul Fikr. Hanya saja, menjadikan Aswaja sebagai aqidah, dengan sangat tegas menginginkan Aswaja menjadi tata gerak dan ekspresi yang diperlihatkan oleh hubungan antara manusia dengan manusia dan antara manusia denga Tuhannya. Meski demikian, Kyai Warits menyadari betul bahwa keyakinan tersebut ditopang oleh pendapat para fuqaha’.
Selain itu, Kyai Warits (sapaan beliau) juga memahami sejarah Aswaja dengan cukup detail. Bahwa akar kelahiran Aswaja memiliki geneologi dan kronologi tertentu. Untuk itu suatu keyakinan yang telah mengakar lama tidak bisa dina
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+