08 Jan 2019 · 1.852 dibaca · Serial Edukasi
LADUNI. ID, IPTEK- Seringkali kita jumpai pengakuan dari seorang korban pemerkosaan yang mengatakan hanya mampu 'diam' atau 'tidak bisa bergerak' saat diperkosa. dr Jiemi Ardian, seorang dokter dan juga residen (calon dokter spesialis) psikiatri menyebut tak hanya pada perkosaan namun perempuan yang berada di pinggir jalan lalu diremas payudaranya juga bisa mengalami fenomena tersebut.
Dalam cuitannya di Twitter, dr Jiemi menyebut fenomena tersebut dengan tonic immobility. Ia menjelaskan bahwa adanya rasa takut yang sangat ekstrem sehingga menimbulkan mekanisme pertahanan diri, berupa ketidakmampuan tubuh bergerak sampai ancaman bahaya berlalu.
'Diam'nya korban pemerkosaan ia tegaskan bukan karena menikmati atau ketidakmampuan korban untuk melawan. Biasanya tonic immobility terjadi pada hewan. Pada manusia, fenomena ini sering terjadi saat pelecehan seksual atau pemerkosaan, atau bahkan pada saat mengalami ketakutan yang sangat ekstrem hingga tubuh seperti 'mematung'.
Sebuah studi dari
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+