12 Jan 2019 · 2.380 dibaca · Iptek & Pendidikan
Laduni.id, Jakarta – Sistem Keamanan atau Security System dalam sebuah aplikasi terlebih jika terkait transaksi keuangan adalah hal yang penting. Namun, pada masa awal kemunculan internet banking dan e-commerce tingkat kepercayaan terhadap keamanan bertransaksi masih sangat rendah.
Pengamanan yang saat itu masih menggunakan username, password, nomor kartu, tanggal kadaluarsa, dan empat angka dibelakang kartu atau CVV code tidak cukup untuk mengamankan transaksi keuangan menggunakan kartu kredit, terlebih jika komputer pengguna terinfeksi virus trojan/keylogger yang mampu merekam setiap ketukan keyboard ketika melakukan transaksi.
Two Factor Authentication (TFA) dan One Time Password (OTP) menjadi titik balik solusi menjaga kemanan dalam bertransaksi meskipun informasi akun pengguna diketahui oleh pihak yang tak bertanggung jawab.
Karena alasan yang sama pula layanan publik berbasis akun seperti Gmail, Yahoo, dan layanan media sosial seperti Facebook, Twitter, dan Instagram menerapkan pengamanan TFA-OTP pada layanannya, di mana setiap kali perang
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+