13 Jan 2019 Β· 1.774 dibaca · Sosial Budaya
LADUNI.ID, Jakarta – Berdasarkan pernyataan dari Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah PBNU Robikin Emhas, kabar pemindahan 2 janazah yang telah dikebumikan karena beda pilihan caleg dengan pemilik tanah kuburan sangat mengoyak rasa kemanusiaan.
"Betapa tidak, politik yang seharusnya menjadi sarana untuk meningkatkan harkat dan martabat kemanusiaan justru mematikan rasa kemanusiaan itu sendiri," terang Robikin dalam keterangan tertulis, Jakarta, Minggu (13/1).
Robikin juga melanjutkan bahwa, dengan adnaya kasus tersebut nampak kesan bahwa politik hanya dipahami sebagai sarana mendapatkan kekuasaan di kursi legislatif. Tidak penting bagaimana cara meraihnya.
"Sayangnya, kesan penghalalan segala cara dalam meraih kekuasaan politik tidak hanya terjadi dalam perebutan kursi legislatif sebagaimana kasus pemindahan jenazah ke kuburan lain yang terjadi di Gorontalo," terang.
Kendati demikian, kasus serupa juga bisa terjadi dalam Pilpres. Politisasi agama, penggunaan fake news dan hoaks sebagai mesin elektoral dapat disebut seb
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+