13 Jan 2019 · 3.033 dibaca · Internasional
LADUNI.ID,INTERNASIONAL- “Kejarlah ilmu hingga ke Negeri Cina,” begitulah pepatah yang kita kenal. Pepatah tersebut rupanya bukan isapan jempol.
Nasi yang telah menjelma pangan pokok sehari-hari sebagian besar orang Indonesia pun ternyata tak dapat dilepaskan dari ilmu-ilmu kuno Negeri China.
Memang, padi tidak seperti kedelai yang keberadaannya “diimpor” dari China. Sebelum dibudidayakan oleh orang-orang Tionghoa di era kolonial, padi hanya dimanfaatkan secara subsisten yaitu memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga.
Budidaya padi baru dikenal usai dipraktikkan oleh orang-orang Tionghoa, sejauh sejarah mencatat, di Banten pada awal abad ke-17.
Dikisahkan seorang Belanda, Edmund Scott dalam laporannya di tahun 1603-1604, keberadaan petani-petani China di Banten telah memulai metode budidaya padi dan lada untuk kebutuhan yang lebih luas.
“Orang-orang Tionghoa menanam, memupuk, sampai memanen t
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+