Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Tgk. H. Muhammad Daud Ahmad (Abu Daud Lueng)
✓ Terverifikasi Tim Riset

Tgk. H. Muhammad Daud Ahmad (Abu Daud Lueng)

lahir 1941 M · 25.721 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Beliau merupakan anak bungsu dari 3 bersaudara dari Tgk. Ahmad bin Abdul Latif dan Dhien yang lahir di Desa Meunasah Leubok, Lhok Nibong, Aceh Timur, pada bulan Maret 1941

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi Profil Tgk. H. Muhammad Daud Ahmad (Abu Daud Lueng)

  1. Kelahiran
  2. Pendidikan
  3. Menimpin Dayah

Kelahiran

Tgk. H. Muhammad Daud Ahmad atau yang kerap disapa dengan panggilan Abu Daud Lueng Angen lahir pada bulan Maret 1941 di Desa Meunasah Leubok, Lhok Nibong, Aceh Timur. Beliau merupakan anak bungsu dari 3 bersaudara dari Tgk. Ahmad bin Abdul Latif dan Dhien.

Pendidikan

Pada tahun 1956, Abu Daud Lueng Angen memulai pendidikannya dengan belajar di Dayah Bustanul Huda di Panteue Breueh, Aceh Uata. Saat itu, dayah tersebut dipimpin oleh Teungku Abdul Ghani yang dikenal dengan Teungku di Aceh.

Ternyata apa yang Abu impikan ada di dayah ini. Beliau menemukan kajian ilmu yang sudah lama dicita-citakan ditambah lagi dengan suasana yang cukup kondusif jauh dari suara bising letusan senjata karena sedang terjadi genjatan senjata antara pihak DI/TII dengan Pemerintah RI.

Namun sayang suasana yang tenang tersebut hanya bisa dinikmati selama dua tahun karena pemberontakan DI/TII kembali meletus sehingga beliau berseta para santri di dayah tersebut harus mengungsi ke Gampong Tanjong Ara, Paya Naden, Aceh Timur.beliau dan santri lainnya mengikuti ajakan guru beliau Teungku Abdul Ghani Tanjung Ara ke Gampong Tanjong Ara agar kegiatan belajar mengajar tidak terputus.

Selama masa pengungsian beliau mulai memikirkan untuk melanjutkan pembelajaran ke tingkat yang lebih tinggi. Maka Pada bulan Desember 1960, Teungku Muhammad Daud, berbulat tekad menuju Samalanga sebagai tempat belajar yang lebih menjanjikan.

Pengembaraan musafir ilmu terus berlanjut hingga sampai yang Abu inginkan yakni belajar pada dayah saat itu sudah terkenal. Tempat itu tidak lain adalah Dayah Ma’hadal ‘Ulum Diniyyah Islamiyyah (MUDI) Mesjid Raya Samalanga yang beliau pilih kala itu dipimpin oleh Teungku H. Abdul Aziz Shaleh (dikenal sebagai Abon Samalanga).

Abu dengan berbekal ilmu yang didapatkan di Dayah Bustanul Huda di Panteue Breueh maka dapat langsung duduk di kelas empat. Dalam sejarah perjalanan musafir ilmu Abu diantara guru beliau di MUDI adalah Tu Din (Teungku Zainal Abidin Syihabuddin), Teungku M. Kasem TB (Alm. adalah pimpinan Dayah Darul Istiqamah, Bireuen), Teungku Usman Kuta Krueng (sekarang pimpinan Dayah Darul Mun Munawwarah, Pidie), dan tentunya Abon Samalanga sendiri. Tercatat di dalam tinta sejarah bahwa lamanya Abu belajar selama di dayah MUDI boleh di katakan hanya sepuluh tahun.

Tentu saja lamanya tersebut terasa sangat singkat walaupun beliau cukup betah mengaji dan semangat serta ketekunan dengan himmah sungguh luar biasa. Ini juga di dukung lancarnya Abu dalam menghafal hinggan lebih dari 10 tahun itu ibarat sepuluh kali lipat.

Memimpin Dayah

Abu Lueng Angen memimpin sebuah Dayah Darul Huda di desa Krueng Lingka kecamatan Langkahan kabupaten Aceh Utara.

Dayah tersebut sering disebut dengan Dayah Lueng Angen. Berdasarkan menurut sebagian sumber, saat dayah tersebut masih dalam pembangunan dan belum maju seperti saat ini.

Ternyata di samping komplek dayah tersebut dulu terdapat sebuah Lueng (parit/sungai kecil)mati yang di tumbuhi pohon rumbia, sehingga sering terdengar suara daun pohon rumbia yang dihempas angin.

Walhasil dijadikanlah wajah tasmiyah (indikator) sejarah dayah itu dengan sebutan Dayah Lueng Angen walaupun saat ini Lueng tersebut sudah di timbun untuk perluasan komplek dayah yang kian berkembang dengan pesatnya.

Penerapan peraturan dan kedisiplinan yang ketat di dayah ini tidak terlepas dari diri Abu Muhammad Daud sendiri yang sangat disiplin dalam berbagai hal.Bahkan menurut hikayah para guru di lueng angen semasa Abu menimba ilmu di dayah MUDI Masji

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+