14 Jan 2019 · 2.516 dibaca · Sejarah
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Bapak Kyai yang saya taati,
saya tak tahu pasti apakah sebaiknya saya sampaikan “selamat” ataukah “simpati” kepada Bapak, berkenaan pembaiatan Bapak sebagai Rois ‘Aam Nahdlatul Ulama baru-baru ini.
Akankah saya ucapkan “selamat” kepada Bapak, sedang saya tahu semata –sebagaimana Bapak- bahwa jabatan rois ‘aam, berlainan dengan kedudukan-kedudukan lainnya, merupakan satu-satunya “kedudukan” yang mengimpikannya saja tak ada orang yang mau. Kecuali, mungkin, orang yang bingung atau orang yang tidak tahu persis madlul-dilaalah-nya lafadz “rois ‘aam”.
Akankah saya ucapkan “selamat!” kepada Bapak, sedang pembaiatan sebagai Rois ‘Aam itu justru pada saat NU sedang mengalami krisis wibawa. Pemimpin-pemimpinnya, ibarat radio transistor, sudah banyak yang batunya habis. Terlalu sering di-“glangsar” untuk yang tidak-tidak. Mereka yang dipercayai umat sudah banyak yang menciptakan “le
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+