01 Feb 2022 ยท 1.353 dibaca · Hadis Imam Bukhari
No: 6315
Kitab: HUKUM HUDUD
Bab: Merajam orang yang telah menikah
ุญูุฏููุซูููู ุฅูุณูุญูุงูู ุญูุฏููุซูููุง ุฎูุงููุฏู ุนููู ุงูุดููููุจูุงููููู ุณูุฃูููุชู ุนูุจูุฏู ุงูููููู ุจููู ุฃูุจูู ุฃูููููู ูููู ุฑูุฌูู ู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู ู ููุงูู ููุนูู ู ููููุชู ููุจููู ุณููุฑูุฉู ุงูููููุฑู ุฃูู ู ุจูุนูุฏู ููุงูู ููุง ุฃูุฏูุฑูู
Telah menceritakan kepadaku Ishaq telah menceritakan kepada kami Khalid dari Asy Syaibani, aku bertanya kepada 'Abdullah bin Abi Auwfa; 'Pernahkah Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam merajam? ' 'ya pernah' jawabnya. Saya bertanya lagi; 'apakah sebelum surat an-Nur diturunkan atau sesudahnya? ' dia menjawab; 'saya tidak tahu.'