LADUNI.ID - Ketika kutanya tentang nama Tengku Ibrahim Woyla, Bang Afandi merinding bulu tangannya. Tokoh ini adalah sosok yang disebut Gus Dur sebagai salah satu dari dua waliyullah unik. Satu di Aceh, satunya lagi di Sudan.
"Pernah ketemu, Bang?" tanyaku.
"Gimana ya. Boleh dibilang saya pernah ketemu beliau. Boleh juga dibilang belum pernah ketemu," katanya.
"Maksudnya?"
Ia pun bercerita. Dahulu, sebelum pindah ke Jawa, pernah punya toko di Aceh. Tapi kehidupannya di toko kacau balau. Bisnis tak lancar, penghuni toko juga kerap ribut tak jelas. Hingga suatu hari ia temukan seikat buhul, berupa benang tujuh warna melilit jarum dan tanah kuburan.
Ia tak tahu musti bagaimana. Buhul sudah dibakar, dibuang, namun hawa sihirnya masih saja melekat. Sampai pada suatu ketika, ia hendak pergi ke kota sebelah. Di jalan, ia ketemu orang tua yang agaknya searah.
"Pak, mari ikut saya naik mobil, saya antarkan. Bapak dari mana?"
"Saya baru jenguk kawan yang sakit, namanya Abu Woyl
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+