23 Nov 2022 Β· 3.887 dibaca · Aswaja
LADUNI.ID, Jakarta – Kehadiran Syaikh Usamah ke PBNU dalam rangka bersilaturahmi sekaligus merawat dan memperkuat mata rantai sanad keilmuan antara NU dan Al Azhar. Antara NU di Indonesia dan Al-Azhar di Mesir banyak dipertemukan bukan hanya oleh kesamaan manhaj berislam yang "tawassuth, tawazun, tasmuh dan i'tidal", kesamaan ideologi Aswaja yang dalam akidah menginduk kepada Imam al-Asy'ari dan al-Maturidi, dalam fikih kepada Madzhab Empat (Hanafi, Maliki, Syafi'i dan Hanbali), dalam tasawuf kepada Imam Ghazzali dan ulama sufi agung lainnya.
Hubungan sanad keilmuan antara NU dan al-Azhar Mesir ini bahkan sejatinya sudah terjalin jauh sebelum Indonesia merdeka.
Menurut A. Ginanjar Sya’ban, kandidat doktor Filologi FIB Universitas Padjadjaran Bandung peraih Santri Awards 2021 dalam Bidang Agama, menuturkan bahwa salah satu pendiri NU pada 31 Januari 1926 adalah seorang ulama al-Azhar Mesir yang bermukim di Surabaya, yaitu Syaikh Ahmad Ghanayim al-Amir al-Mishri. Nama beliau juga tercatat sebagai mustasyar HBNO (Hoof Bestuur N
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+