KH. Amin Siroj adalah kiai kharismatik asal Gedongan, Cirebon yang terkenal alim terutama dalam penguasaannya terhadap gramatika Bahasa Arab, terutama bidang ilmu nahwu, beliau juga mampu menggubah syair indah dalam Bahasa Arab secara irtijaliyyah (spontanitas).
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Nasab
1.4 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
2.2 Guru-guru
4. Pengabdian
4.1 Mengasuh Pesantren
4.2 Mustasyar PWNU Jabar
5. Referensi
1. Riwayat Hidup
1.1 Lahir
KH. Amin Siroj adalah kiai kharismatik asal Gedongan, Cirebon yang terkenal alim terutama dalam penguasaannya terhadap gramatika Bahasa Arab, terutama bidang ilmu nahwu, beliau juga mampu menggubah syair indah dalam Bahasa Arab secara irtijaliyyah (spontanitas). Kepiawaannya dalam mengarang syair indah berbahasa Arab ini dilengkapi dengan suaranya yang indah mampu menghipnotis para pendengarnya di setiap pengajian yang beliau sampaikan.
Kiai Amin Siroj lahir pada tahun 1940 di Desa Ender Kecamatan Pangenan Kabupaten Cirebon dari pasangan KH. Siroj Gedongan dan Nyai Hj. Fatimatuzzahro, cucu dari KH. Muhammad Said, pendiri Pondok Pesantren Gedongan ini, merupakan putra bungsu dari delapan bersaudara, ketujuh saudaranya adalah:
- Kiai Ma’shum Siroj
- Kiai Yusuf Siroj
- KH. Aqil Siroj
- Nyai Hj. Sholihah Yasin
- Nyai Khodijah Subuki
- KH. Rohmatullah
- Nyai Hj. Zaenab Abu Bakar Shofwan
Dari kedelapan putra-putri Kiai Siroj hanya Kiai Aqil yang menetap di luar Gedongan yakni di Kempek bersama mertuanya, KH. Harun Abdul Jalil. Kakak pertama Kiai Amin Siroj yaitu Kiai Ma’sum yang lebih dulu menetap di Kempek dari pada Kiai Aqil, kembali pulang ke Gedongan, lantaran sang istri yang merupakan kakak kandung dari istri Kiai Aqil telah wafat. Sedangkan Kiai Rahmatulloh yang semula tinggal di Rembang bersama KH. Bisri Mustofa karena sama-sama jadi menantu KH. Kholil, Kasingan, Rembang juga akhirnya kembali pulang ke Gedongan karena ditakdirkan tidak panjang jodoh.
1.2 Riwayat Keluarga
KH. Amin Siroj dewasa diambil menantu oleh KH. Abdurrahman Al-Malibari (cucu KH. Anwaruddin /Kiai Buyut Kriyani) dan Nyai Hj. Sri ‘Afiyah (adik KH. Abbas Abdul Jamil, Buntet Pesantren, Cirebon), dari pernikahan ini Kiai Amin dikaruniai lima anak, yaitu:
- KH. Wawan Arwani (Pengasuh PP. Nur Arwani, Buntet Pesantren/Rais Syuriah PCNU Kab. Cirebon)
- KH. Imron Rosyadi (Pengasuh PP. Al-‘Afiyah, Buntet Pesantren/Kepala MAN 3 Kab. Cirebon)
- Nyai Ummu (Pengasuh salah satu pesantren di Kajen, Pati)
- Nyai Halimatus Sa’diyyah (Ciputat Timur, Tangerang Selatan)
- Nyai Mumun (Pengasuh PP. Sirojussu’ada, Gedongan, Cirebon)
Pada akhir tahun 2003 setelah sang istri, Nyai Hj. Aeni wafat, beliau memutuskan untuk menikahi adik sang istri, yang bernama, Nyai Hj. Farhah yang kemudian dikenal dengan panggilan ummi.
1.3 Nasab
KH. Amin Siroj memiliki garis keturunan dari jalur ayahnya yang bersambung sampai Sunan Gunung Jati, sementara dari jalur ibunya, nasab beliau bersambung sampai Sunan Kudus. Hal ini yang menegaskan bahwa Kiai Amin masih merupakan dzurriyah Rasullullah tepatnya yang ke-40 dari jalur ayah dengan rantai
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

