08 Jun 2023 Β· 1.329 dibaca · Artikel Keagamaan
Laduni.ID, Jakarta - Seyogyanya seseorang mengenang kehormatan pendahulunya itu bukan untuk menunjukkan ketenaran tapi yang paling penting adalah untuk meneladani kesholehan dan mengikuti jejak-jejak kebaikannya. Misalkan seperti nasab keturunan pengasuh pesantren Al-Fakhriyah, Jawa Tengah, yakni Mbah KH. Abdullah bin Umar. Beliau ini mempunyai keturunan yang juga meneladani kesholehannya, yakni KH. Abdul Hamid, atau yang sering kita sebut Mbah Hamid Pasuruan. Selain itu, salah satu dzuriyyahnya adalah Gus Baha. Memang benar nasab itu perlu diperhatikan tapi tidak cukup sekadar untuk kebanggaan, melainkan untuk diteladani.
Lalu misalkan Habib Jindan bin Novel bin Salim bin Jindan. Kakek beliau ini bernama Habib
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+