Sultan Hamengku Buwono II dilahirkan dengan nama asli Raden Mas Sundoro pada hari Sabtu Legi tanggal 7 Maret 1750. Sebutan lain untuk Sultan Hamengku Buwono II adalah Sultan Sepuh. Konon, nama asli Sultan Hamengku Buwono II tersebut merujuk pada tempat beliau dilahirkan, yakni di lereng Gunung Sindoro,
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi Biografi Sri Sultan Hamengku Buwono II
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Wafat
2. Kisah Hidup Sri Sultan Hamengku Buwono II
3. Tiga periode Sri Sultan Hamengku Buwono II di Tahta Kesultanan Yogyakarta.
4. Karya Peninggalan Sri Sultan Hamengku Buwono II.
5. Referensi.
1 Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
Sri Sultan Hamengku Buwono II dilahirkan dengan nama asli Raden Mas Sundoro pada hari Sabtu Legi tanggal 7 Maret 1750. Sebutan lain untuk Sultan Hamengku Buwono II adalah Sultan Sepuh. Konon, nama asli Sultan Hamengku Buwono II tersebut merujuk pada tempat beliau dilahirkan, yakni di lereng Gunung Sindoro, daerah Kedu Utara. Beliau dilahirkan ketika sang ayah sedang menjalani Perang Suksesi Jawa III melawan VOC dan Kesunanan Surakarta di bawah kekuasaan Pakubuwono III. Karena itulah, masa kecil beliau bisa dikatakan kurang membahagiakan.
Dalam situasi Perang Suksesi Jawa III, Sultan Hamengku Buwono I praktis tidak sempat bertemu dengan putranya, Raden Mas Sundoro. Dari lahir sampai usia lima tahun, RM Sundoro berada dalam asuhan sang ibu, Kanjeng Ratu Kadipaten, permaisuri kedua Sultan Hamengku Buwono I. Namun, masa-masa itu pun berakhir seiring dengan berakhirnya perang Suksesi Jawa III yang ditandai dengan Perjanjian Giyanti. Setelah Sultan Hamengku Buwono I selesai membangun Keraton Yogyakarta, maka RM Sundoro pun mulai tinggal di keraton dengan status sebagai seorang pangeran (putra raja).
1.2 Riwayat Keluarga
Dalam pernikahannya Sri Sultan Hamengku Buwono II di karuniai tujuh puluh sembilan putra dan putri, yaitu:
- GRM. Surojo (bergelar Hamengkubuwana III)
- GKR. Bendoro, menikah dengan Kanjeng Raden Tumenggung Sumodiningrat, cucu Hamengkubuwana I dari puterinya RAy. Joyoningrat.
- GKR. Hangger, menikah dengan Danureja II, patih Yogyakarta.
- Gusti Pangeran Haryo Mangkubumi
- GKR. Maduretno, menikah dengan Rangga Prawiradirja III.
- Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Mangkudiningrat (1778-1824), kakek buyut Soekemi Sosrodihardjo (ayah Soekarno, Presiden Indonesia ke-1)
- GKR. Ayu, menikah dengan Paku Alam II
- GRM. Sudaryo, mati muda.
- GKR. Anom, menikah dengan R A A T Danuningrat I atau Sayyid Alawi bin Ahmad bin Sa'id bin Abdul Wahab bin Sulaiman Basyeiban Bupati Pertama Magelang.
- GRM. Sumadi, mati muda.
- GKR. Timur (lahir 1800), menikah dengan Raden Mas Salyo/KRT. Joyowinoto/KPH. Notokusumo/Suryoningprang, putera Paku Alam I.
- Gusti Raden Ajeng Sudarminah
- GKR. Sasi, menikah dengan Danureja III, patih Yogyakarta.
- Bendara Raden Ayu Gusti Wiryonegoro.
- Bendara Raden Ayu Pringgodiningrat
- Bendoro Pangeran Haryo Martosono/Murdoningrat (1774-1826), kakek canggah Margono Djojohadikoesoemo, pendiri Bank Negara Indonesia.
- BRAy. Prawirodiningrat II
- BRAy. Sindurejo
- BRAy. Jayengrono
- BRAy. Cokrodiwiryo
- BRAy. Joyoningrat
- BPH. Dipowiyono (1771-1815)
- BPH. Wiromenggolo
- BRAy. Prawirodiningrat I
- BRAy. Wiryowinoto
- BRAy. Kartodipuro
- BRAy. Yudhoprawiro
- BPH. Pamot (lahir 1775)
- BRAy. Prawirokusumo (lahir 1800), menikah dengan Raden Panji Prawirokusumo, cucu Hamengkubuwana I dari puterany
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

