Imam Abdullah bin Qadhi Abdussalam merupakan anak dari seorang Qadhi Kesultanan Tidore, Maluku Utara. Beliau lahir pada tahun 1100 Hijriah atau 1712 Masehi dari pasangan Qadhi Abdussalam dan Boki. Masyarakat Afrika Selatan lebih mengenal beliau dengan nama Tuan Guru.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi Biografi Imam Abdullah bin Qadhi Abdussalam Afrika Selatan
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Nasab
1.4 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Guru-guru
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Perjuangan Imam Abdullah di Tidore, Maluku Utara
3.2 Perjuangan Imam Abdullah di Cape Town, Afrika Selatan
4. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
Imam Abdullah bin Qadhi Abdussalam merupakan anak dari seorang Qadhi Kesultanan Tidore, Maluku Utara. Beliau lahir pada tahun 1100 Hijriah atau 1712 Masehi dari pasangan Qadhi Abdussalam dan Boki. Masyarakat Afrika Selatan lebih mengenal beliau dengan nama Tuan Guru.
Selama masa kecilnya, Tuan Guru dikenal sebagai seorang yang cerdas yang hidup dalam kehidupan keluarga yang taat pada Agama. beliau berhasil menghafalkan Al Quran ketika umurnya masih belia, 12 tahun. Dan memahami banyak ilmu-ilmu lain seperti fikih dan tasawuf. Sehingga tidak heran, pada masa dewasa, selain dikenal sebagai Qadhi dan imam, beliau juga dikenal sebagai sufi, bahkan mujahid.
Realitas kehidupan Tidore masa itu, berada dalam jajahan Belanda, Imam Abdussalam menyaksikan kebiadaban Belanda yang menjajah, menjarah dan ingin memurtadkan masyarakat Tidore yang mayoritas beragama Islam dengan misi God, Glory dan Gold yang terkenal itu.
1.2 Riwayat Keluarga
Setelah dibebaskan dari pulau Robben pada 1793, Tuan Guru menetap di Dorp Street. Beliau lalu menikah dengan Kaija atau Khadija van de Kaap dan dikaruniai dua orang putra yaitu:
- Abdul Rakiep
- Abdul Rauf
1.3 Wafat
Qadhi Imam Abdullah bin Qadhi Abdussalam diperkirakan wafat pada tahun 1807 dan dimakamkan di Cape Town Afrika Selatan.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
Semenjak kecil beliau di dididik dan diasuh oleh ayahanda beliau yang bernama Qadi Abdussalam yang pada masa itu menjabat menjadi Qadhi Kesultanan Tidore, Maluku Utara. Selain belajar kepada ayahandanya, beliau juga belajar kepada para Ulama terkemuka pada waktu Itu.
2.1 Guru-guru Beliau
Guru-guru beliau selama hidupnya adalah sebagai berikut:
- Qadhi Abdussalam (Ayah Qadhi Abdullah)
- Oemar Farouk Rahmatullah (Kakek Qadhi Abdullah)
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Perjuangan Imam Abdullah di Tidore
Perjuangan Imam Abdussalam dan Imam Abdullah melawan penjajah Belanda sangat terasa. Kemampuan beliau dalam orasi dan menggalang massa dari mimbar ke mimbar, membuat pihak Belanda kewalahan. Hal demikian dilakukan beliau karena tidak rela menjadi budak di negeri sendiri dibawah pemerintahan kolonial yang dzalim.
Imam Abdullah memulai aktifitas perjuangannya dengan melakukan dakwah dari desa-desa di Tidore untuk menentang Belanda dengan sekutunya. Agama yang melatari gerak juang beliau (Jihad fi sabilillah), umat Islam tidak boleh di pimpin oleh orang kafir, dasar gerak ini mendapat simpatik dari masyarakat Tidore dan pengaruhnya meluas sampai di daerah Weda, Patani, Gebe bahkan sampai di Ra
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

