13 Sep 2023 · 4.969 dibaca · Islam Nusantara
Laduni.ID, Jakarta - Islam mengajarkan husnudzon kepada setiap orang, apalagi kepada orang yang berilmu. Bisa jadi apa yang dipersepsikan selama ini terhadap seseorang, hakikatnya bukanlah suatu hal yang terjadi sebenarnya. Meski secara dhohir mungkin seseorang telah berbuat sesuatu yang tidak benar, tapi siapalah yang tahu isi hati seseorang dan maksud yang dituju. Karena itu, Islam menekankan agar berbaik sangka atau husnudzon kepada siapapun meskipun ternyata baik sangkanya keliru, daripada berburuk sangka atau su’udzon meskipun ternyata buruk sangkanya benar.
Bagaimanapun husnudzon itu lebih baik daripada su’udzon. Meskipun husnudzon itu ternyata salah, tapi tetap mendapatkan kebaikan dan tentu ada pahalannya. Sedangkan su’udzon itu tetap mendapatkan keburukan dan tentu dianggap berdosa, meskipun prasangka buruk itu benar.
Dalam memahami sejarah, seseorang tidak bisa dihakimi dengan kacamata konteks saat ini. Sejarah itu ada masanya dan tentu konteks latar belakangnya. Tidak bisa menuding suatu kesalahan dilakukan di masa lalu, dengan pers
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+