Di masa kepemimpinan Sri Sultan Hamengku Buwono VIII, Yogyakarta mengalami kemajuan pesat di bidang pendidikan dan kesehatan. Dalam bidang arsitektur, bentuk fisik kraton saat ini adalah hasil perombakan pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono VIII.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi Biografi Sri Sultan Hamengku Buwono VIII
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Wafat
2. Perjalanan Hidup Sri Sultan Hamengku Buwono VIII
3. Peninggalan Sri Sultan Hamengku Buwono VIII
4. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
Sri Sultan Hamengku Buwono VIII lahir pada tanggal 3 Maret 1880. Ayah beliau adalah putra Sri Sultan Hamengku Buwono VII dengan Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas. Beliau terlahir dengan nama Gusti Raden Mas (GRM) Sujadi. Setelah dewasa GRM Sujadi bergelar Gusti Pangeran Haryo (GPH) Puruboyo yang kelak dinobatkan sebagai Sri Sultan Hamengku Buwono VIII.
1.2 Riwayat Keluarga
Dari pernikahannya, Sri Sultan Hamengku Buwono dikaruniai dua puluh empat putra dan tujuh belas putri, yaitu :
- Seorang putra (yang belum sempat diberi nama karena meninggal)
- BRM Mustari
- Mayor BRM Jartabitu atau Kanjeng Mas Pangeran Angabehi atau Gusti Pangeran Angabehi menikah denga BRA Siti Mustakirun
- Kapten BRM Sungangusamsi atau GBPH Purbaya menikah dengan BRA Madusari atau RAy Purbaya
- BRM Sumeru/GBPH Dhanupaya
- BRM Sudiarsa
- BRM Kartala atau GBPH Mangkudiningrat
- BRM Tinggartala atau GBPH Prabuningrat
- BRM Dorojatun atau GBPH Purbaya atau Sri Sultan Hamengku Buwono IX
- BRM Duryatnanu
- BRM Mahikyaun atau GBPH Surya Wijaya
- BRM Rais ul-Ngah Askari atau GBPH Bintara
- BRM Alpasuatlamin atau GBPH Surya Brangta
- BRM Mupasalukatini
- BRM Ila ul-Kirami atau GBPH Murdaningrat
- BRM Makan ul-Munayati atau BGBPH Puya Kusuma
- BRM Pel ul-Kuluki atau GBPH Suryaputra
- BRM Sunwata atau GBPH Adi Wijaya dari BRAy Ratna Puspita
- BRM Sahadatsatir
- BRM Hening atau GBPH Yudha Negara
- BRM Dr. Banakamsi atau GBPH Dr. Dipayana
- BRM Satriya atau GBPH Benawa
- BRM Danangjaya
- BRM Rabinharyani atau GBPH Puger
- BRA Gusti Siti Sundarumiya atau GKR Pembayun
- BRA Siti Sayadi atau GBRAy Sinduraja
- BRA Siti Sadaris atau GBRAy Purbawinata
- BRA Siti Kadarmi atau GBRAy Jaya ningrat
- BRA Siti Kajananywa atau GBRAy Jaya Winata
- BRA Siti Mutasangilun
- BRA Siti Nuriwadina atau GBRAy Chandradiningrat
- BRA Siti Kuswanayi atau GBRAy Cakradiningrat
- BRA Siti Sriwayati atau GBRAy Purbasaputra
- BRA Siti Swandari atau GBRAy Purwadiningrat
- BRA Siti Hilal ul-Ngasarati atau GBRAy Kusuma Adiningrat
- BRA Siti Sutyanti atau GBRAy Jayaningrat
- BRA Siti Padmasari ataubGBRAy Sumarman
- BRA Siti Wayarini
- BRA Siti Prayuti
- BRA Siti Widyastuti atau GBRAy Andayaningrat
- BRA Siti Sutarnin
1.3 Wafat
Sri Sultan Hamengku Buwono VIII wafat pada tanggal 22 Oktober 1939 di Rumah Sakit Panti Rapih, Yogyakarta. Sri Sultan Hamengku Buwono VIII dimakamkan di Astana Saptarengga, Pajimatan Imogiri.
Ada juga versi lain beliau wafat dalam sebuah perjalanan pulang dari Jakarta menuju Yogyakarta ketika menjemput putra mahkotanya dari negeri Belanda. Artinya, beliau meninggal saat berada di dalam kereta api (dalam perjalanan).
2. Perjalanan Hidup Sri Sultan Hamengku Buwono VIII
Seperti kita
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

