Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Rabi’ah Al-Adawiyah, Ulama Sufi Perempuan yang Tidak Tertarik pada Duniawi
✓ Terverifikasi Tim Riset

Rabi’ah Al-Adawiyah, Ulama Sufi Perempuan yang Tidak Tertarik pada Duniawi

0717 – 0748 M · 3.592 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Rabi'ah dilahirkan di kota Basrah, Irak, sekitar abad ke delapan tahun 713-717 Masehi. Beliau dilahirkan dari keluarga yang sangat miskin dan merupakan anak keempat dari empat bersaudara, sehingga beliau dinamakan Rabiah yang berarti anak keempat.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi Biografi Rabi’ah Al-Adawiyah

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Wafat
2.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
2.1  Menjadi Hamba Sahaya
2.2  Kehidupan Sebagai Sufi dan Pilihan Untuk Tidak Menikah
2.3  Ajaran Beliau
2.4  Pengaruh Terhadap Perkembangan Sufisme
3.    Syair-Syair Beliau
4.    Referensi

1. Riwayat Hidup dan Keluarga
Rabi'ah Al-Adawiyah  dikenal juga dengan nama Rabi'ah Basri adalah seorang sufi wanita yang dikenal karena kesucian dan kecintaan beliau terhadap Allah SWT. Beliau dikenal sebagai seorang sufi wanita yang zuhud, yaitu tidak tertarik kepada kehidupan duniawi, sehingga beliau mengabdikan hidup beliau hanya untuk beribadah kepada Allah SWT.

1.1 Lahir
Rabi'ah dilahirkan di kota Basrah, Irak, sekitar abad ke delapan tahun 713-717 Masehi. Beliau dilahirkan dari keluarga yang sangat miskin dan merupakan anak keempat dari empat bersaudara, sehingga beliau dinamakan Rabiah yang berarti anak keempat.

Ayah beliau bernama Ismail, ketika malam menjelang kelahiran Rabi'ah, keadaan ekonomi keluarga Ismail sangatlah buruk sehingga beliau tidak memiliki uang dan penerangan untuk menemani istri beliau yang akan melahirkan.

Beberapa hari setelah kelahiran Rabi'ah, Ismail bermimpi bertemu dengan nabi Muhammad SAW, dalam mimpinya beliau berkata pada Ismail agar jangan bersedih karena anak beliau, Rabi'ah, akan menjadi seorang wanita yang mulia, sehingga banyak orang akan mengharapkan Ilmu beliau.

1.2 Wafat
Sekembalinya Rabi'ah dari Makkah setelah melaksanakan ibadah haji,  kesehatan Rabi'ah mulai menurun. Beliau tinggal bersama sahabat beliau yakni, Abdah binti Abi Shawwal, yang telah menemani beliau dengan baik hingga akhir hidup beliau.

Rabi'ah tak pernah mau menyusahkan orang lain, sehingga beliau meminta kepada Abdah untuk mengkafani jenazah Rabi’ah nanti dengan kain kafan yang telah Rabi’ah sediakan sejak lama. Menjelang wafatnya Rabi’ah, banyak orang-orang saleh ingin mendampingi beliau, namun Rabi'ah menolak. Rabiah diperkirakan meninggal dalam usia 83 tahun pada tahun 801 Masehi / 185 Hijriah dan dimakamkan di Basrah, Irak.

2. Perjalanan Hidup dan Dakwah
Sejak kecil Rabi'ah sudah dikenal sebagai anak yang cerdas dan taat beragama. Beberapa tahun kemudian, ayah beliau, Ismail, meninggal dunia kemudian disusul oleh ibu beliau, sehingga Rabi'ah dan ketiga saudara perempuan beliau menjadi anak yatim piatu.

Ayah dan Ibu beliau hanya meninggalkan harta berupa sebuah perahu yang kemudian digunakan Rabi'ah untuk mencari nafkah. Rabi'ah bekerja sebagai penarik perahu yang menyebrangkan orang dari tepi Sungai Dajlah ke tepi sungai yang lain. Sementara ketiga saudara perempuan beliau bekerja dirumah menenun kain atau memintal benang.

2.1 Menjadi Hamba Sahaya
Ketika kota Basrah dilanda berbagai bencana alam dan kekeringan akibat kemarau panjang, Rabi'ah dan ketiga saudara perempuan beliau memutuskan untuk berkelana ke berbagai daerah untuk bertahan hidup. Dalam pengembaraan beliau, Rabi'ah terpisah dengan ketiga saudara perempuan beliau sehingga Rabi&rsquo

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+