16 Jan 2019 Β· 865 dibaca · Ekonomi
LADUNI, ID. SURABAYA – Saat krisis moneter melanda Indonesia pada 1998 lalu, perekonomian semrawut. Waktu itu pertama kali KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur mendapat mandat menjadi presiden RI menggantikan Soeharto. Saat Gus Dur menjabat pertumbuhan ekonomi di Indonesia berada di angka yang sangat memprihatinkan yakni -3% (minus tiga persen). Tentu saja ini beban berat bagi Gus Dur untuk bisa kembali menaikkannya.
Waktu itu, Gus Dur menunjuk Rizal Ramli seorang pakar ekonomi untuk duduk di beberapa posisi penting di masa pemerintahannya, mulai Kepala Bulog, Menteri Keuangan hingga Menteri Koordinator Bidang Ekonomi. Rizal diminta untuk membenahi perekonomian yang saat itu kocar kacir.
Rizal Ramli yang ditemui di acara diskusi Membedah Konsep Ekonomi Gus Dur di Namira Hotel, Rabu (16/1), mengakui saat dia masuk jajaran cabinet hingga 21 bulan pemerintahan Gus Dur, perekonomian bisa meningkat kurang lebih delapan persen.
“Dari minus tiga persen menjadi plus lima persen. Ini luar biasa. Kenaikannya cukup menggembirakan,
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+