Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Ahmad Solehan Toyyib, Pendiri Pesantren Hidayatul Mubarok Lampung Tengah
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Ahmad Solehan Toyyib, Pendiri Pesantren Hidayatul Mubarok Lampung Tengah

1951 – 2021 M · 3.866 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. Ahmad Solehan Toyyib, Pendiri Pesantren Hidayatul Mubarok Lampung Tengah. Beliau lahir di Tulung Agung, Jawa Timur, pada tanggal 19 Juni 1951 M

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Wafat
1.3  Riwayat Keluarga

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Mengembara Menuntut Ilmu
2.3  Mendirikan Pondok Pesantren

3.    Karier

4.    Referensi

1.  Riwayat Hidup dan Keluarga 

1.1 Lahir
Beliau lahir di Tulung Agung, Jawa Timur, pada tanggal 19 Juni 1951 M.

1.2 Wafat
Beliau wafat Rabu (28 Juli 2021) malam. Beliau di makamkan komplek Pondok Pesantren Hidayatul Mubarok Kampung Uman Agung, Kecamatan Bandar Mataram, Kabupaten Lampung Tengah.

1.3 Riwayat Keluarga
Beliau menikahi seorang wanita dan dikaruniai 4 putri. Istri beliau bernama Siti Mariyam binti H. Fadhil dan 4 putri beliau yaitu Ning Masrurotun Nahri, Ning Uswatun Hasanah, Ning Binti Mutmainah, dan Ning Anki Latifatul Mudawamah.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan

2.2 Mendirikan Pondok Pesantren
Pada tahun 1989, beliau mendirikan Yayasan Pondok Pesantren Hidayatul Mubarok Bandar Mataram, Kabupaten Lampung Tengah, dan saat ini telah memiliki 5 unit pendidikan formal, yakni; RA Al Mubarok, MI Al Mubarok, MTs Al Mubarok, MA Al Mubarok, dan STIT Al Mubarok. Pendirian pesantren Hidayatul Mubarok pada hakekatnya dilandasi oleh rasa tanggung jawab pribadi selaku hamba Allah SWT untuk menyeru kepada kebajikan dan mencegah kemungkaran. Himmah ini telah terwujud dengan berdirinya PPHM.

Pendirian PPHM. Hidayatul Mubarok ini berawal dari banyaknya santri yang muqim di Masjid Sabilul Muttaqin untuk mengaji, karena kondisi masjid yang sempit, masyarakat musyawarah untuk memindahkan lokasi masjid dan bertepatan adanya dermawan yang menghibahkan tanahnya untuk dijadikan lokasi yang sekarang menjadi lingkungan Pondok Pesantren.

Pemberian nama “Hidayatul Mubarok” didasari oleh kata “Hidayah” yang berarti petunjuk dan “Mubarok” yang berarti diberkahi, jika digabung menjadi petunjuk yang diberkahi Allah. Inilah yang mendasari nama tersebut dengan harapan para santrinya dan seluruh civitas yang ada di PPHM mendapatkan limpahan berkah dari Allah.

3. Karier
Selain mengasuh di Pesantren, beliau juga berkhidmat di jajaran PCNU Kabupaten Lampung Tengah  dan MWC NU Kecamatan Bandar Mataram, sebagai Mustasyar.

4. Referensi
Diolah dan dikembangkan dari sumber https://nulamteng.or.id


Artikel ini sebelumnya diedit tanggal 19 Juni 2024 dan diedit kembali dengan penyelarasan bahasa tanggal 19 Juni 2026.

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+