Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Bahar bin KH. Noerhasan, Kyai Alit dari Pesantren Sidogiri
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Bahar bin KH. Noerhasan, Kyai Alit dari Pesantren Sidogiri

1800 – 1920 M · 5.212 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. Bahar bin KH. Noerhasan lahir pada pertengahan 1800-an. Beliau lahir di tengah laut, dan diharapkan menjadi orang yang berpengetahuan luas dan mendalam, bayi itu oleh Kyai Noerhasan diberi nama Bahrul ‘Ulûm. Artinya, lautan ilmu.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi Biografi KH. Bahar bin KH. Noerhasan

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga
1.3  Wafat
2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Pendidikan
2.2  Guru-Guru Beliau
3.    Penerus Beliau
3.1  Murid-Murid Beliau
4.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1  Diusir dari Pesantren
4.2  Pengasuh Pesantren Sejak Kecil
4.3  Metode Pengajaran Beliau
4.4  Menyatukan Habaib dan Kyai
5.    Teladan Beliau
5.1  Figur Alim Allamah
5.2  Khumul dan Ramah dalam Bermasyarakat
6.    Karomah dan Keistimewaan Beliau
7.    Referensi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1  Lahir
KH. Bahar bin KH. Noerhasan lahir pada pertengahan 1800-an. Beliau lahir di tengah laut, dan diharapkan menjadi orang yang berpengetahuan luas dan mendalam, bayi itu oleh Kyai Noerhasan diberi nama Bahrul ‘Ulûm. Artinya, lautan ilmu.

Kyai Bahrul Ulum yang biasa dipanggil Kyai Bahar anak pertama dari pasangan Kyai Noerhasan bin Noerkhatim dan Nyai Hanifah binti Mahalli. Selain anak pertama, beliau satu-satunya anak yang terlahir di tengah laut di antara saudara-saudaranya. Adiknya, dua laki-laki dan tiga perempuan. Yakni:

  1. KH. Dahlan (Sukunsari),
  2. KH. Nawawie (Sidogiri),
  3. Nyai Munawwarah (Serambi),
  4. Nyai Fathonah (Sidogiri),
  5. Nyai Anisatun (Sidogiri).

1.2 Riwayat Keluarga
Istri pertama Kyai Bahar dari Surabaya itu disebut Nyai Sepuh. Nyai Sepuh tinggal di Sidogiri bersama Kyai Bahar. Dari Nyai Sepuh, Kyai Bahar oleh Allah dikaruniai seorang putra yang diberi nama Abdul Ghoni. Mas Ghoni orangnya tampan dan daya tarik (mahabbah)-nya besar. Beliau juga memiliki keistimewaan seperti Kyai Bahar, memiliki ilmu laduni.

Namun Mas Ghoni wafat kira-kira setengah jam sebelum menikah. Akad nikah akan dilaksanakan jam 9 pagi, jam setengah 9 beliau telah menghadap Sang Kuasa.

1.3 Wafat
Mengenai tanggal wafat Kyai Bahar, tidak ditemukan keterangan yang benar-benar detail. Namun bila merujuk pada kalender PP. Sidogiri yang diterbitkan tiap tahun, di sana tertulis bahwa KH. Bahar bin Noerhasan bin Noerkhotim wafat pada tanggal 06 Dzul Qa’dah. Diperkirakan Kyai Bahar wafat tahun 1920-an.

Dua hari sebelum wafat, Kyai Bahar mengalami sakit panas. Kemudian beliau wafat di dalem beliau yang kemudian menjadi dalem KH. Abdul Adzim bin Oerip (sekarang ditempati oleh Mas Ahmad Baqir), yaitu di timur dalem KH. Sa’doellah Nawawie. Beliau dimakamkan di pesarean keluarga PP. Sidogiri, tepat di barat makam putra beliau, Mas Abdul Ghoni.

Ada yang menarik tentang Kyai Bahar pasca wafat beliau. Yaitu, kalau terlihat macan putih di pesarean Sidogiri, macan itu adalah Kyai Bahar. Setelah wafat beliau, Kyai Bahar memang sering tampak kepada santri berup

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+