Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Sayyid Awwadh bin Hasan Syamsuddin
✓ Terverifikasi Tim Riset

Sayyid Awwadh bin Hasan Syamsuddin

1720 – 1778 M · 2.200 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Sayyid Awwadh adalah seorang ulama yang wawasan ilmunya sangat luas dan dalam, khususnya dalam ilmu Tafsir Al-Qur'an, hadits, fiqih atau syariat juga dalam ilmu Taswwuf. Di samping itu juga seorang ekonom, ahli pertanian, serta negarawan yang ahli strategi.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi:

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga
1.3  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Pendidikan
2.2  Guru-Guru

3.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1  Berjuang Melawan Penjajah

4.    Referensi

1. Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1 Lahir
Sayyid Awwadh dilahirkan pada sekitar tahun 1133-an H atau 1720-an M.  Sayyid Awwadh merupakan putra dari Syekh Maulana Hasan Syamsuddin yang wafat pada tahun 1199 H/1778 M. dan dimakamkan di pesisir Tanjungsari, Sugihwaras, Pemalang. Nama Sayyid Awwadh juga sama dengan nama kakeknya yakni Sayyid Awwad Bin Hasan Bin Imam Idrus bin Yahya.

1.2 Riwayat Keluarga
Sayyid Awwadh merupakan menantu dari Sayyid Syarif Bustaman Abdullah bin Husain Bin Abdurrahman Bin Yahya Baalawy atau Kanjeng Kyai Ketoboso (Suhardi Menggolo 1) yang pernah menjabat Bupati di Semarang. Sayyid Awwadh bin Hasan Syamsuddin memiliki empat anak laki-laki yakni:

  1. Sayyid Hasan,
  2. Sayyid Husain,
  3. Sayyid Muhammad,
  4. Sayyid Abullah Al-Faqih.

1.3 Wafat
Sayyid Awwadh wafat sekitar tahun 1212 H/ 1797 M. dimakamkan di Dusun Genuk, Kelurahan Tegalsari, Candisari, Kota Semarang. 

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan

2.1 Pendidikan
Sayyid Awwad sejak kecil dididik langsung oleh ayahnya yakni Syekh Hasan Syamsuddin. Saat menjelang remaja pernah diajak oleh ayahnya untuk berguru pada Syekh Jumadil Kubro. Selain itu juga pernah berguru pada Mufti Jawa Fi Zamanihi Habib Muhaammad Qodhi bin Thoha bin Muhammad bin Syekh bin Ahmad bin Imam Yahya Baalawy.

Tokoh kelahiran Innat, Tarim, Yaman pada tahun 1078 H/1657 M. yang tak lain merupakan kakek Habib Hasan bin Thoha Kramat Jati Semarang, atau yang dikenal dengan nama Raden Tumenggung Sumodinggrat, Wedono lebet kerajaan dan menantu Hamengku Buwono 2 (w 1818 M). Habib Muhammad Qodhi wafat pada tahun 1167 H dan dimakamkan di Terboyo Semarang. 

Setelah Sayyid Awwadh bin Hasan Syamsuddin menuntut ilmu kepada ayahnya kemudian pergi ke Yaman untuk belajar kepada para ulama di tanah kelahirannya yaitu Tarim. Setelah itu melanjutkan pengembaraanya ke Haramain hingga sampai ke India guna menimba ilmu ke beberapa ulama khususnya dari kalangan para Sadah Alawiyyin sendiri dan lainnya. Iniah yang membuat Sayyid Awwadh sangat tabahhur (mendalami hingga dalam dan luas bagai lautan tak bertepi) dan mutaffanin (menguasai) dalam berbagai ilmu. 

Sepulang dari Tarim, Sayyid Awwadh langsung menuju ke Jawa untuk menyusul ayahnya di Semarang. Dari Semarang kemudian menuju ke Wiradesa, Kabupaten Pekalongan. Setelah ayahnya wafat di Pemalang dirinya melanjutkan perjuangan ayahnya menuju ke Lasem, Rembang.

Sempat tinggal di Lasem beberapa tahun dan membangun beberapa Majelis ilmu atau Pesantren di daerah Bonang, Lasem. Beliau juga sempat pernah diangkat sebagi Bupati dan akhirnya tinggal di Semarang dan diambil menantu oleh Sayyid Syarif Bustaman Abdullah bin Husain bin Abdurrahman bin Yahya Baalawy atau Kanjeng Kyai Ketoboso (Suhardi Menggolo 1).

2.1 Guru-Guru

  1. Syekh Hasan Syamsuddin,
  2. Habib Muhammad Qodhi

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+