29 Nov 2023 · 921 dibaca · Artikel Keagamaan
Laduni.ID, Jakarta - Dalam buku Nida’ li Al-Jins Al-Lathif, M. Rasyid Ridha menjelaskan, saat Nabi Muhammad SAW diutus sebagai rasul dan penutup para nabi, salah satu misi dalam syariatnya adalah untuk mengharamkan zina dan segala bentuk hubungan seksual dan semacamnya tanpa ada ikatan pernikahan, juga termasuk menghilangkan anggapan yang menyatakan bahwa kaum perempuan itu tak ada bedanya dengan benda atau binatang peliharaan.
Di sisi lain, dalam syariat Islam, nabi tidak secara mutlak mengharamkan poligami dan tidak pula membiarkan kaum laki-laki melakukannya tanpa batas, juga melarangnya bertindak zalim kepada kaum wanita. Islam membatasinya dalam jumlah yang dapat tetap menjaga kemaslahatan keturunan dan stabilitas sosial.
Islam tetap membenarkan praktik poligami sepanjang tidak lebih dari empat orang istri, ditambah dengan beberapa syarat lain berupa memberikan nafkah dan bersikap adil di antara istri-istrinya itu. Hal itu bertujuan untuk mencegah adanya sikap zalim terhadap kaum wanita, yang mana hal demikian dilakukan sebatas kemampu
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+