KH. Dimyati Ihsan lahir di Dukuh Waru, Desa Sidorejo, Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang. Ayah beliau merupakan kiai kampung bernama Kyai Ihsan, satu angkatan saat mondok di Tremas Pacitan dengan KH. Bisri Mustofa ayahanda Gus Mus.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Wafat
1.3 Riwayat Keluarga
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
2.2 Guru-Guru Beliau
2.3 Mendirikan Pondok Pesantren
3. Penerus Beliau
3.1 Anak-anak Beliau
4. Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1 Karier Beliau
5. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Dimyati Ihsan lahir di Dukuh Waru, Desa Sidorejo, Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang. Ayah beliau merupakan kiai kampung bernama Kyai Ihsan, satu angkatan saat mondok di Tremas Pacitan dengan KH. Bisri Mustofa ayahanda Gus Mus.
Kyai Ihsan memberi nama KH. Dimyati Ihsan dengan nama 'Dimyati' karena tafa’ulan dengan kiai atau gurunya di Tremas yang bernama Kiai Dimyati. Tentunya ini dilakukan oleh Kyai Ihsan agar mendapat berkah dan Kiai Dimyati Ihsan kecil berilmu seperti Kiai Dimyati Tremas.
1.2 Wafat
KH. Dimyati Ihsan wafat pada Sabtu malam Ahad, bulan April 2013. Beliau dimakamkan di komplek pemakaman keluarga Pesantren At-Taslim.
1.3 Riwayat Keluarga
Tidak hanya di situ, KH. Hamid Pasuruan juga menikahkan Kyai Dimyati Ihsan muda dengan kerabatnya yang bernama Ainun Nafi’ah binti H Abdul Muhith dari Sumbergirang, Lasem, Rembang. Dari pernikahan mereka dikaruniai tujuh putra dan putri, di antaranya KH. Miftahun Niam, Ning Mamluatur Rohmah, Ning Badiatul Hikmah, Ning Faizatu Ulya, Gus Rofiqul Anwar, Ning Aliyyatul Himmah dan Ning Durrotun Nihayah.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
Ternyata doa Kyai Ihsan dikabulkan oleh Allah SWT. Kyai Dimyati Ihsan kecil sudah terlihat alimnya. Diceritakan, masa kecil Kiai Dimyati Ihsan seperti anak-anak kecil pada umumnya. Masih suka bermain dan lain sebagainya. Suatu ketika Kiai Ihsan pernah menguji Dimyati Ihsan kecil. Ternyata KH. Dimyati Ihsan kecil hafal nadzom Alfiyah Ibnu Malik (kitab dalam fan nahwu yang popular di kalangan pesantren) dari depan ke belakang dan dari belakang ke depan alias wolak-walik. Dan yang lebih mengherankan, tidak ada yang tahu kapan Dimyati kecil menghafalkannya termasuk keluarganya, tau-tau sudah hafal.
Walaupun berasal dari keluarga sederhana, niat dan semangat KH. Dimyati Ihsan muda untuk menuntut ilmu agama sangatlah kuat. Meskipun tanpa bekal finansial, sejak baligh, KH. Dimyati Ihsan mengaji dan memperdalam ilmu agama berpindah-pindah. Dirinya pernah belajar kepada KH. Mansyur Kholil (ayahanda Gus Qoyyum) dan KH. Masduqy Lasem. Saat nyantri di bawah asuhan KH. Masduqy Lasem, salah satu teman seperguruannya ialah KH. Miftahul Akhyar yang sekarang menjadi Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sekarang.
2.2 Guru-Guru Beliau
- Kyai Ihsan
- KH. Mansyur Kholil (ayahanda Gus Qoyyum)
- KH. Masduqy Lasem.
2.3 Mendirikan Pondok Pesantren
Dalam merintis pesantren, KH. Dimyati Ihsan sangat gigih dan telaten, hingga sekarang Pesantren At-Taslim tetap eksis di Kota Lasem yang terkenal gudangnya santri dan kyai alias Kota Santri. Padahal
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

