Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Muhammad Yusuf, Pendiri Pesantren Wasilatul Falah Rangkasbitung Lebak
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Muhammad Yusuf, Pendiri Pesantren Wasilatul Falah Rangkasbitung Lebak

1920 – 2008 M · 4.701 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. Muhammad Yusuf dilahirkan di Kampung Cipangkurang, Desa Sumurbandung, Kecamatan Cikukur, Kabupaten Lebak, pada tanggal 2 Juni 1920. Beliau putra kedua dari lima bersaudara, yaitu Sudjai (aim), Muhammad Yusuf, Suhaeni, Suhenda, K.H. Roiyah, dan K.H.M. Samsuri (di Lampung). Ayahnya bernama KH. Mukri dan ibunya Hj. Siti Saodah.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Wafat
1.3  Riwayat Keluarga

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Mengembara Menuntut Ilmu
2.2   Mendirikan Pondok Pesantren

3.    Penerus
3.1  Anak-Anak

4.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1  Jasa-Jasa
4.2  Karier

5.    Referensi

1.  Riwayat Hidup dan Keluarga 

1.1 Lahir
KH. Muhammad Yusuf dilahirkan di Kampung Cipangkurang, Desa Sumurbandung, Kecamatan Cikukur, Kabupaten Lebak, pada tanggal 2 Juni 1920. Beliau putra kedua dari lima bersaudara, yaitu Sudjai (aim), Muhammad Yusuf, Suhaeni, Suhenda, K.H. Roiyah, dan K.H.M. Samsuri (di Lampung). Ayahnya bernama KH. Mukri dan ibunya Hj. Siti Saodah.

1.2 Wafat
Seiring bertambahnya usia kesehatan KH. Muhammad Yusuf menurun dan pada 26 Juli 2008, beliau wafat. Makam beliau di samping Pondok pesantren Wasilatul Falah, Kampung Pasir Suka-rayat, Kelurahan Muara Ciujung-Rangkasbitung.

1.3 Riwayat Keluarga
KH. Muhammad Yusuf menikahi seorang wanita sholehah bernama Siti Mariam, mereka dianugerahi beberapa anak,

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan

2.2 Mendirikan Pondok Pesantren
Pada 1965, KH. Muhammad Yusuf Lebak bersama sang istri merintis pendirian Pondok Pesantren Salafi di Kampung Pasir Sukarayat, Kelurahan Muara Ciujung Timur, Rangkasbitung. Pondok Pesantren tersebut merupakan cikal bakal pengembangannya ke dunia pendidikan formal, seperti mendirikan Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA) dan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Wasilatul Falah yang hingga saat ini terus dikembangkan untuk meningkatkan SOM umat muslim. 

3. Penerus

3.1 Anak
Ahmad Rivai

4. Perjalanan Hidup dan Dakwah

4.1 Jasa-Jasa

Mendirikan NU Lebak
Tahun 1948, KH. Muhammad Yusuf kembali memperdalam agama Islam di Kecamatan Menes. Dari sinilah karier KH. Muhammad Yusuf khususnya di bidang sosial mulai naik. Rekannya, KH. Ahmad Satibi memperkenalkan KH. Muhammad Yusuf dengan tokoh-tokoh ulama NU di Menes, seperti KH. Junaedi Yasin (ketua Tanfidziyah) dan KH. Ahmad Asrari Khatib Syuriyah yang disebut sebagai cabang NU Pandeglang. Semenjak berhubungan dengan tokoh-tokoh NU di Menes beliau menjadi sering berkunjung ke Menes untuk berceramah.

Tahun 1951-1955 Muhammad Yusuf menekuni pekerjaannya sebagai pengajar di Madrasah Mathlaul Ulum di Kampung Langgana, Desa Parage, Kecamatan Warunggunung di bawah pi

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+