02 Jan 2024 · 1.518 dibaca · Hikmah
Laduni.ID, Jakarta - Tulisan ini adalah lanjutan dari postingan sebelumnya dengan judul yang sama, yakni mengenai kisah hikmah perdebatan Imam Abu Hanifah dan Kaum Ateis tentang dalil eksistensi Allah. Pada penghujung bagian sebelumnya diceritakan bahwa Syekh Hammad menceritakan mimpinya kepada Imam Abu Hanifah yang kemudian ditafsiri oleh Imam Abu Hanifah. Selamat membaca…
***
Mendengar kata-kata Abu Hanifah membuat Syekh Hammad seolah menemukan oase di tengah gurun pasir yang gersang, dengan mantap ia mempersilahkan Abu Hanifah yang memiliki nama asli Nu’man bin Tsabit itu untuk mentafsiri mimpinya, “Wahai Nu’man, silahkan tafsiiri mimpiku itu!.”
“Baiklah Syekh, saya akan mencoba mentafsiri mimpi anda itu, jadi rumah luas yang indah yang anda lihat dalam mimpi anda itu adalah negara Islam “daar al-Islam”, dan pohon besar yang berbuah lebat itu adalah simbolisasi dari para ulama, sementara seekor babi yang mencul dari pojok rumah itu adalah kaum Dahriyyah yang mengalahkan argumentasi banya
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+