Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Edi Junaedi Nawawi, Pengasuh Pesantren Sabilul Falahiyah Tangerang
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Edi Junaedi Nawawi, Pengasuh Pesantren Sabilul Falahiyah Tangerang

1937 – 2021 M · 3.373 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. Edi Junaedi Nawawi adalah seorang tokoh agama yang disegani dan dihormati di kota yang punya motto Akhlakul Karimah. Anak pertama dari delapan bersaudara pasangan H Nawawi dan Hj Siti Khodijah

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Wafat
1.3  Riwayat Keluarga

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Mengembara Menuntut Ilmu
2.2  Guru-Guru
2.3  Mengasuh Pondok Pesantren

3.    Penerus
3.1  Anak-Anak

4.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1  Karier

5.    Referensi

1.  Riwayat Hidup dan Keluarga 
1.1 Lahir

KH. Edi Junaedi Nawawi adalah seorang tokoh agama yang disegani dan dihormati di kota yang punya motto Akhlakul Karimah. Anak pertama dari delapan bersaudara pasangan H. Nawawi dan Hj. Siti Khodijah, lahir di Rajeg yakni sebuah desa di belahan utara Kota Tangerang, 9 Syawal 1356 H bertepatan dengan 12 Desember 1937.

1.2 Wafat
KH. Edi Junaedi Nawawi tutup usia pada hari Rabu 15 September 2021.

1.3 Riwayat Keluarga
KH. Edi Junaidi Nawawi memiliki putra-putri delapan orang anak yaitu: Milkah Kholidah, Mulkah Khumaidah, Mulki Sabri, Sobrun Jamili, Mulkan Rahendra, Muluk Najmudin, Lubna Hadidah dan Waladah Khotimatul Ulya, masih tetap semangat dalam berdakwah dan tidak bisa berdiam diri. Walaupun kadang dalam keadaan kurang sehat, beliau akan selalu datang menghadiri undangan karena tidak ingin mengecewakan pengundangnya.

Suami dari Hj. Siti Napsiah (alm), sekarang didampingi oleh ibunda Hj. Enong Rosminah yang selalu mendampingi beliau sehari-hari, apalagi pada waktu Abah kurang sehat dan dirawat di rumah sakit. Abah adalah panggilan akrab KH. Edi Junaidi Nawawi sehari-hari.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu

Masa kecil KH. Edi Junaedi Nawawi dihabiskan di tanah kelahirannya Rajeg, hanya sampai kelas tiga Sekolah Rakyat (SR–kini SD). Menginjak duduk di kelas empat, beliau tinggal dengan bibi (encing) Gerendeng. Setamat SR, tahun 1951 Edi Junaedi kecil meneruskan pendidikannya ke SMP 5 di Jalan Dr Sutomo, Jakarta. Kemudian tahun 1953 beliau melanjukan sekolahnya ke jenjang lebih tinggi. Beliau masuk menjadi siswa di SMA 4 Jl. Batu, Gambir, Jakarta.

Pendidikan agama diperoleh sejak SMP, beliau tinggal dan sekaligus menggali ilmu di Pesantren KH. Tubagus Mansyur Ma’mun di daerah Galur, kawasan Senen, Jakarta. Tak puas dengan bekal pendidikan agama yang diperoleh sebelumnya, maka beliau melanjutkan ke jenjang pendidikan SMA juga menjadi santri Pondok Pesantren KH. Muhammad Darip.

Tiap kamis malam KH. Zawahir dari Buntet, Cirebon datang memberikan pelajaran kepada para santri di situ. Jum'at Subuh Kyai Zawahir ceramah di RRI,” kenang Edi Junaedi. Setelah lulus SMA tahun 1957, kemudian beliau melanjutkan kuliah ke Pendidikan Pengatur Tehnik Telekomunikasi (setingkat akademi D3) di bawah naungan Kandatel I Jakarta. Pada masa itu PT. Telkom masih bernama PTT.

2.2 Guru-Guru
1. KH. Tubagus Mansyur Ma’mun
2. KH .Muhammad Darip
3. KH. Zawahir Buntet, Cirebon

2.3 Mengasuh Pondok Pesantren
Beliau adalah pengasuh Pesantren Sabilul Falahiyah Tangerang.

3. Penerus
3.1 Anak-Anak yang Kelak menjadi penerus

1. Milkah Kholidah
2. Mulkah Khumaidah
3. Mulki Sab

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+