26 Jan 2024 · 1.298 dibaca · Kolom
Laduni.ID, Jakarta - Setiap menjelang Pemilu, kontestasi politik semakin ramai dibahasa di dalam berbagai forum. Para politikus yang mencalonkan diri untuk menjadi perwakilan rakyat atau menjadi pemimpin negeri semakin massif melakukan kampanye yang dimaksudkan untuk menarik minat masyarakt memilih dirinya. Lembaga survey juga mulai gencar melakukan simulasi riset penggalangan suara terkait elektabilitas para calon pemimpin, khususnya untuk calon presiden dan wakil presiden.
Keadaan tersebut tidak bisa dibendung karena memang Indonesia merupakan negara demokrasi yang tidak boleh membungkam kegiatan politik yang dilakukan oleh warga negara secara legal. Tetapi, bagaimanapun itu berlangsung, kegiatan politik juga tidak dibiarkan menabrak peraturan-peraturan konstitusional, misalnya melakukan black campaign terhadap lawan politik, praktik money politic yang dimaksudkan untuk membeli suara rakyat, dll.
Adalah fakta, bahwa sebagai Ormas Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama menjadi salah satu sasaran utama para calon pemimpin untuk mendekati
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+