Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Munawwar As’ad, Pendiri Pesantren Mansya'ul Huda Tuban
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Munawwar As’ad, Pendiri Pesantren Mansya'ul Huda Tuban

1888 – 1972 M · 2.684 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. Munawwar As’ad, dilahirkan di desa Laju Kecamatan Singgahan Kabupaten Tuban pada tahun 1888M. Ayahnya bernama KH. As’ad dan ibu kandungnya bernama Hj. Akhimah. Pendiri Pesantren Mansya'ul Huda, Tuban

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Wafat
1.3  Riwayat Keluarga

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1  Mengembara Menuntut Ilmu
2.2  Guru-Guru Beliau

3.    Penerus Beliau
3.1  Anak-anak Beliau

4.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1  Mendirikan Pondok Pesantren
4.2  Karier Beliau
4.3  Karya-karya Beliau

5.    Referensi

1.  Riwayat Hidup dan Keluarga 

1.1 Lahir
KH. Munawwar As’ad, dilahirkan di desa Laju Kecamatan Singgahan Kabupaten Tuban pada tahun 1888M. Ayahnya bernama KH. As’ad dan ibu kandungnya bernama Hj. Akhimah. Ayahnya seorang tokoh agama yang disegani khususnya di desa Laju Singgahan Tuban. Karena itu tidak mengherankan dengan adanya Sebagai salah satu putra dari pemuka agama di desa Laju pada saat itu, sudah sewajarnya bila Munawwar mendapatkan pendidikan agama yang intensif dalam lingkungan keluarganya sebagai pondasi bagi pengembangan ilmu pengetahuan pada masa-masa selanjutnya.

1.2 Wafat
KH. Munawwar wafat pada tahun 1972 M

1.3 Riwayat Keluarga
Setelah lulus dari pesantren Zamsaren Solo,beliau langsung pulang ke kampung halaman dan dinikahkan dengan seorang putri kyai terkaya di daerah Senori yang benama KH. Nur Syahid, dari pernikahan itu dianugerahi beberapa anak sholeh.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan

Disamping belajar di bangku sekolah umum, sebagaimana layaknya anak desa, juga belajar ngaji (ilmu ngaji) di Masjid. Yang merupakan salah satu tempat dimana para anak-anak desa juga memperoleh ilmu-ilmu agama Islam. Pendidikan ini berjalan sampai ia tamat di bangku Sekolah Rakyat, setelah tamat dari SR beliau melanjutkan pendidikan ke pesantren di daerah Sarang Rembang Jawa Tengah selama 10 tahun, di pesantren MUS beliau memperdalam ilmu agama Islam kepada KH. Umar. Dipondok pesantren ini juga beliau mempelajari berbagai macam kitab klasik, diantaranya ilmu Nahwu, Sharaf, ilmu Hadist dan ilmu-ilmu agama Islam lainnya.

Selama menuntut ilmu di pesantren tersebut Munawwar pernah menjadi ketua pondok serta pengurus pondok pesantren tersebut dengan cukup lama dan sosok guru yang menjadi panutan serta yang dikaguminya adalah KH. Umar. Selama dalam menuntut ilmu Munawwar As’ad (sapaan akrab beliau) sering bertirakat, karena beliau dapat pesan dari kedua orang tuanya bahwa kalau menuntut ilmu harus di iringi dengan bertirakat agar berhasil dan mendapat barakah dari ilmu itu untuk masyarakat.

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+