03 Jun 2024 · 3.220 dibaca · Artikel Keagamaan
Laduni.ID, Jakarta - Dalam Kitab Tafsir Al-Baghawiy; Ma’alimut Tanzil, Imam Al-Baghawiy menafsirkan ayat 102 Surat As-Saffat, bahwa anak Nabi Ibrahim AS yang diperintahkan Allah SWT untuk disembelih adalah Ismail AS, bukan Ishaq AS.
فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يٰبُنَيَّ اِنِّيْٓ اَرٰى فِى الْمَنَامِ اَنِّيْٓ اَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرٰىۗ قَالَ يٰٓاَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُۖ سَتَجِدُنِيْٓ اِنْ شَاۤءَ اللّٰهُ مِنَ الصّٰبِرِيْنَ
“Ketika anak itu sampai pada (umur) ia sanggup bekerja bersamanya, ia (Ibrahim) berkata, ‘Wahai anakku, sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Pikirkanlah apa pendapatmu?’ Dia (Ismail) menjawab, ‘Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu! Insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang sabar.’”
Ketika anaknya (Ismail atau Ishaq?) mencapai usia di mana ia dapat berjalan dan bekerja bersama Ibrahim, Ibrahim bermimpi bahwa ia harus menyembelih putranya tersebut.
Al-Baghawiy mengutip,
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+