Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Ahmad Nur Syamsi, Masyayikh Pesantren Tahfidzul Qur'an An-Nur Gresik
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Ahmad Nur Syamsi, Masyayikh Pesantren Tahfidzul Qur'an An-Nur Gresik

lahir 1962 M · 2.337 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Kyai Ahmad Nur Syamsi lahir di desa kecil yang bernama Glatik, Kecamatan Ujung Pangkah, Kabupaten Gresik, pada tanggal 06 bulan Juni tahun 1962. Kiai Ahmad Nur Syamsi adalah anak dari seorang petani biasa yang kurang mampu, ayah beliau bernama Iyamal dan ibunya bernama Sulikah, orang tua Kiai Ahmad Nur Syamsi adalah orang-orang yang sangat Agamis.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi
1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Mengembara Menuntut Ilmu
2.2  Guru-Guru

3.    Penerus
3.1  Anak-anak

4.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1  Mendirikan Pesantren
4.2  Karier

5.   Referensi

1.  Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir

KH. Ahmad Nur Syamsi lahir di desa kecil yang bernama Glatik, Kecamatan Ujung Pangkah, Kabupaten Gresik, pada tanggal 06 Juni tahun 1962. Kyai Ahmad Nur Syamsi adalah anak dari seorang petani biasa yang kurang mampu, ayah beliau bernama Iyamal dan ibunya bernama Sulikah, orang tua Kyai Ahmad Nur Syamsi adalah orang-orang yang sangat Agamis. Kyai Ahmad Nur Syamsi adalah anak pertama dari tujuh bersaudara, di antaranya adalah Nuriati, Nuriatun, Ahmad Syafi’i, Ahmad Syafa’at, Khurul Ain, Zainun Nasikh S.Pd.

1.2 Riwayat Keluarga
Pada usia 26 tahun KH. Ahmad Nur Syamsi dijodohkan dengan gadis Desa Glatik, gadis itu sangat santun dan sholehah bernama Sudarwati, ayahnya bernama Mukarrom dan ibunya bernama Sun. Beliau merupakan anak dari seorang petani asli Glatik yang rumahnya terletak di RT. 06 yang selisih tiga kampung dari rumah KH. Ahmad Nur Syamsi. KH. Ahmad Nur Syamsi menerima perjodohan itu karena beliau yakin bahwa pilihan orang tuanya pasti yang terbaik untuknya, dan akhirnya mereka menikah.

Usai menikah dan hidup baru bersama keluarga barunya, KH. Ahmad Nur Syamsi dikaruniai empat putra dan putri yakni tiga laki-laki dan satu perempuan, di antaranya yaitu Ahmad Makinun Amin, Amrul Hasan, Ahmad Shofiyurrohman, Wafirotus Shofiyah.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu

Sejak kecil Kyai Ahmad Nur Syamsi sudah terkenal dengan kecerdasannya. Kyai Ahmad Nur Syamsi sekolah formal di Madrasah Ibtidaiyah Hidayatul Mubtadiin yang terletak di dekat rumahnya yaitu pada tahun 1973. Pada saat di sekolah kecerdasannya dilihat oleh guru-guru di sekolah, setiap ulangan Kyai Ahmad Nur Syamsi mendapat nilai yang bagus.

Setelah lulus Madrasah Ibtidaiyah beliau ingin melanjutkan ke Madrasah Tsanawiyah Kanjeng Sepuh, tetapi pada saat itu orang tua beliau tidak mempunyai uang untuk biaya sekolah. Salah seorang paman beliau ingin membantu membiayai sekolah Kyai Ahmad Nur Syamsi, akan tetapi orang tua beliau tidak langsung menyetujui tawaran dari pamannya akan tetapi bermusyawarah dengan sepupunya yaitu H. Rokhim.

H. Rokhim tidak setuju atas usulan pamannya tersebut, akhirnya Kyai Ahmad Nur Syamsi disuruh pergi ke Pondok Pesantren Al-Munawar bersama tiga temannya yakni Mundokir, Munir dan Muntahap untuk menghafal Al-Qur'an. Ketika Kyai Ahmad Nur Syamsi belajar di lembaga non formal di Pesantren Al-Munawar Kecamatan Sidayu Kabupaten Gresik pada tahun 1973.

Kyai Ahmad Nur Syamsi tergolong santri yang cerdas, setiap hari selalu deres Al-Qur'an, dan setiap dua hari sekali selalu menyetorkan hafalan Al-Qur'an kepada kyainya. Beliau juga sering dihukum oleh kyainya, tapi dengan hukuman yang diberikan membuatnya tambah bersemangat dalam menghafal Al-Qur'an.

Keadaan pesantren yang sangat ketat dan gurunya keras dan tegas dalam mendidik santrinya, banyak santri yang ingin keluar dari pondok pesantren

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+