25 Jan 2019 · 2.421 dibaca · Artikel Keagamaan
Laduni.ID, Jakarta - Dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman:
اَقِمِ الصَّلٰوةَ لِدُلُوْكِ الشَّمْسِ اِلٰى غَسَقِ الَّيْلِ وَقُرْاٰنَ الْفَجْرِۗ اِنَّ قُرْاٰنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُوْدًا
“Dirikanlah salat sejak matahari tergelincir sampai gelapnya malam dan (laksanakan pula shalat) Fajar (Subuh)! Sesungguhnya shalat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat).” (QS. Al-Isra’: 78)
Secara tekstual ayat ini hanya menyebutkan tiga waktu shalat, yaitu setelah tergelincir matahari, shalat malam, dan fajar. Lalu di mana penjelasan shalat lima waktu?
Penjelasannya adalah dalam praktik perbuatan Nabi SAW dalam kesehariannya. Beliau shalat Dzuhur ketika waktu dzuhur, shalat Ashar di waktu Ashar, shalat Magrib di waktu Magrib, shalat Isya di waktu Isya, dan shalat Subuh di waktu Subuh. Demikian keterangan yang terdapat dalam sebuah Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abdullah bin Amr.
Apa yang dilakukan
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+