14 Oct 2024 · 932 dibaca · Sejarah
Laduni.ID, Jakarta - “Barang siapa yang ditanya tentang suatu ilmu pengetahuan lalu ia menyembunyikannnya, maka pada hari kiamat kelak Allah SWT akan mengekangnya dengan kekang api neraka” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
Pada masa kini, kita sering melihat masjid hanya dimanfaatkan sebagai tempat untuk beribadah semata. Meski ada sejumlah pesantren yang juga menggunakan masjidnya untuk kegiatan belajar mengajar. Namun, tahukah kalian? Bahwa pada masa Dinasti Abbasiyah, khususnya di era khalifah Harun Ar-Rasyid, masjid memiliki peran yang jauh lebih luas.
Masjid bukan hanya menjadi pusat spiritual, tetapi juga pusat intelektual. Di saan, berbagai kegiatan ilmiah berlangsung, baik terkait ilmu agama maupun pengetahuan umum. Masjid benar-benar dioptimalkan sebagai pusat penyebaran ilmu, menghubungkan masyarakat dengan berbagai cabang ilmu pengetahuan yang berkembang pesat kala itu.
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+