01 Nov 2024 · 1.044 dibaca · Sejarah
Laduni.ID, Jakarta - Pada awal abad ke-9 Masehi, Kekaisaran Bizantium tengah berada dalam situasi yang rumit secara politik dan militer. Kaisar Nicephorus I, yang berkuasa dari tahun 802 Masehi, memiliki ambisi besar untuk memperluas kekaisaran dan memperkuat otoritasnya. Pilihan Nicephorus ada dua, antara melawan Kekhalifahan atau Bulgaria yang pada masa itu semakin kuat dan bersatu di bawah kekuasaan Khan Krum.
Nicephorus I lebih memilih Bulgaria karena secara peta dunia, wilayah Bulgaria jauh lebih dekat dibanding dengan kekhalifahan, apalagi pada masa itu Baghdad sedang mengalami perang saudara antara kedua anak Harun Ar-Rasyid, ia memilih hal yang lebih urgent dekat wilayahnya. Ketegangan ini akhirnya memuncak menjadi konflik terbuka ketika Nicephorus memutuskan untuk melancarkan invasi besar-besaran pada tahun 811 Masehi, sebuah keputusan yang kelak dikenang sebagai salah satu bencana terbser dalam sejarah militer Bizantium.
Ibukota Pliska
Tidak main-main, Nicephorus mengumpulkan ribuan pasukan, semua pasukan yang terse
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+