25 Nov 2024 · 990 dibaca · Sejarah
Laduni.ID, Jakarta - Pada kisaran abad 18 Masehi, masa penjajahan Belanda menjadi periode gelap bagi pendidikan di Nusantara. Pendidikan dijalankan dengan pola diskriminatif, hanya diperuntukan bagi kalangan tertentu, seperti anak-anak pegawai Belanda, kaum pedagang, dan orang asing. Sebaliknya, rakyat pribumi terpinggirkan dari akses pendidikan.
Kemudian pada tahun 1912 Masehi, gerakan guru mulai menunjukkan eksistensinya dengan membentuk Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB). Organisasi ini dipimpin oleh Karto Soebroto dan bersifat unitaristik, maksudnya adalah sebuah prinsip yang menekankan kesatuan dan kebersamaan di antara angota organisasi tanpa memperdulikan faktor-faktor seperti agama, suku bangsa, jenis kelamin, posisi sosial serta latar belakang pendidikan.
Kebijakan Belanda
Pada awal tahun 1930 Masehi, kebijakan penghematan anggaran yang diterapkan pemerintah Hindia Belanda memperburuk kondisi rakyat. Salah satu sektor yang paling berdampak oleh kebijakan tersebut adalah pendidikan, di mana banyak anggaran yang dipangkas. Da
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+