28 Nov 2024 · 1.043 dibaca · Islam Nusantara
Laduni.ID, Jakarta - Nyai Hj. Solichah A. Wahid Hasyim (1922-1994) bukan sekadar tokoh perempuan dalam lingkup keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU), tetapi juga seorang figur yang meninggalkan jejak amat berarti dalam kehidupan cucu-cucunya. Baginya, hidup adalah ladang pengabdian, baik kepada keluarga, masyarakat, maupun agama. Sosoknya yang penuh kasih, teguh pada prinsip, dan bijaksana dikenang oleh setiap cucunya dengan cara yang unik dan penuh emosi. Dalam kisah-kisah yang mereka sampaikan, tersimpan potret hidup Sang Eyang atau Nyai Hj. Solichah sebagai seorang perempuan yang kuat, pemersatu, dan inspiratif.
Bagi Alissa Qotrun Nada Munawaroh, atau Lisa, Eyang adalah sosok yang tidak pernah memandang status sosial atau usia dalam berinteraksi. "Eyang tidak pernah membeda-bedakan. Beliau sering bersilaturahmi, bahkan kepada orang yang jauh lebih muda," kenang Lisa.
Salah satu momen yang diingatnya adalah ketika Eyang menyambangi teman Lisa dari Jombang yang sedang berada di Jakarta. Usia teman tersebut seumuran dengan Lisa, tetapi Eyang tidak meras
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+