03 Dec 2024 · 1.015 dibaca · Artikel Keagamaan
Laduni.ID, Jakarta - Dalam perjalanan hidup, tidak jarang kita menemui teman yang berbuat maksiat. Sebagai sahabat yang baik, tugas kita adalah saling mengingatkan dengan cara yang bijak, penuh kelembutan, dan kasih sayang. Hal ini bukan hanya menunjukkan kepedulian kita, tetapi juga menegakkan nilai-nilai yang diajarkan oleh agama.
Imam An-Nawawi memberikan wasiat penting sebagaimana yang dikutip dalam Al-Anwar fi Adab As-Shuhbah, berikut ini:
لَا تَسْتَصْغِرُ أَحَدًا، فَإِنَّ الْعَاقِبَةَ مُنْطَوِيَةٌ وَالْعَبْدُ لَا يَدْرِي بِمَا يُخْتَمُ لَهُ، فَإِذَا رَأَيْتَ عَاصِيًا فَلَا تُقَدِّمُ نَفْسَكَ عَلَيْهِ، فَرُبَّمَا كَانَ فِي عِلْمِ اللَّهِ أَعْلَى مِنْكَ مَقَامًا، وَأَنْتَ مِنَ الْفَاسِقِينَ، وَبَصِيرُ يَشْفَعُ فِيكَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Janganlah meremehkan siapa pun, karena akhir hayat seseorang masih tersembunyi, dan seorang hamba tidak tahu bagaimana ia akan diakhiri. Jika kamu melihat seseorang berbuat maksiat, jangan merasa lebih baik darinya. Bisa jadi, menurut ilmu Allah, derajatnya lebih tinggi darimu, sementar
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+