09 Dec 2024 · 1.204 dibaca · Islam Nusantara
Laduni.ID, Jakarta - Di sebuah rumah bekas peninggalan KH. Achmad Basyari Cikiruh, Sukanagara, Cianjur, tersimpan rapi dalam peti kayu jati sebuah kain lusuh yang menyimpan kisah bersejarah. Kain itu adalah bendera pusaka berukuran 3,2 meter x 2,2 meter. Benda tersebut memiliki nilai sentimental yang mendalam bagi keluarga Kyai Achmad Basyari, atau yang dikenal juga sebagai Syekh Musa atau Mama Sepuh, guru spiritual Bung Karno selama ia menetap di pesantren.
Bendera ini, menurut KH. Maksum Basyari (1934-2018), adalah hadiah dari Harun, seorang anggota Pesindon di Pekalongan. Ketika itu, bangsa Indonesia belum memiliki bendera resmi, sehingga KH. Achmad Basyari memutuskan untuk menjadikan kain tersebut sebagai bendera. Proses pembuatannya dilakukan bersama Ibu Fatmawati, yang kala itu juga menemani Bung Karno menimba ilmu di pesantren tersebut.
Ketika ditanya mengapa warna bendera dipilih merah dan putih, Hj. Siti Musriah, salah satu keluarga K.H. Achmad Basyari, menjelaskan bahwa inspirasi warna tersebut berasal dari tradisi lokal. Dalam setiap hajata
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+