11 Dec 2024 · 1.483 dibaca · Sosial Budaya
Laduni.ID, Jakarta - Sekira abad pertama Masehi, dunia mulai menyaksikan era perdagangan internasional yang masif, melibatkan banyak kekaisaran besar seperti Romawi, Parthia, Kushan, Xiongnu, dan Han. Barang-barang berharga seperti rempah-rempah menjadi komoditas utama yang diperdagangkan di sepanjang jalur perdagangan ini, bersama dengan pertukaran budaya, gagasan, dan teknologi. Rempah-rempah seperti lada dan kayu manis sangat dihargai oleh bangsa Romawi, tidak hanya untuk kebutuhan dapur tetapi juga sebagai simbol kemewahan dan status sosial. Jalur perdagangan saat itu mencakup rute darat seperti Jalur Sutra dan rute laut yang melintasi Samudra Hindia.
Di Nusantara sendiri, rempah-rempah telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat lokal jauh sebelum kedatangan bangsa asing. Menurut catatan sejarah, tanaman seperti cengkih dan pala berasal dari Kepulauan Maluku, khususnya Ternate, Tidore, Banda, dan Ambon. Bukti arkeologis menunjukkan bahwa rempah-rempah dari Nusantara telah diperdagangkan hingga ke luar wilayah sejak awal milenium pertama. Catatan tertulis pertama
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+