12 Dec 2024 Β· 1.026 dibaca · Sosial Budaya
Laduni.ID, Jakarta - Syaikh Hisyam Kabbani, seorang ulama terkemuka, pernah menyatakan bahwa "umat Islam di seluruh dunia berutang budi kepada para ulama Nahdlatul Ulama (NU)."
Pernyataan tersebut bukan hanya sebuah penghormatan, tetapi juga pengakuan atas peran besar NU dalam menjaga tradisi Islam Ahlussunnah wal Jamaah di tengah tantangan global. Untuk memahami kedalaman makna pernyataan tersebut, kita perlu menilik sejarah berdirinya NU yang erat kaitannya dengan dinamika politik dunia Islam pada awal abad ke-20.
Mengawal Tradisi, Menampik Sekularisme dan Ekstremisme
Keruntuhan Kesultanan Turki Utsmani pada akhir Perang Dunia I menjadi titik balik dalam sejarah politik Islam. Kekaisaran yang selama berabad-abad dianggap sebagai simbol kekhalifahan Islam global ini mengalami kehancuran setelah bersekutu dengan Jerman dan kalah perang. Kekalahan ini tidak hanya memaksa Turki menyerahkan wilayah jajahannya, tetapi juga melucuti martabat dan pengaruhnya di dunia Islam.
Wilayah-wilayah strategis seperti Irak
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+