16 Dec 2024 · 725 dibaca · Terjemah Kitab
Laduni.ID, Jakarta - Membaca Maulid Simtud Durar bukan sekadar melantunkan rangkaian pujian kepada Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi jalan untuk mengenali kemuliaan pribadi, akhlak, dan keistimewaan beliau yang begitu luhur. Pada bagian Wahaitsu Tasyarrafatil Asma’u, Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi menggambarkan bagaimana kabar tentang Sang Nabi menjadi sesuatu yang memuliakan pendengarnya sekaligus menggerakkan hati untuk mengenal dan menyebarkan keindahan sifat beliau. Bagian ini mengajak pembaca menyelami makna pujian kepada Rasulullah SAW dengan lebih mendalam, bukan hanya melalui lantunan, tetapi juga melalui pemahaman terhadap pesan yang terkandung di dalamnya.
Berikut teks terjemah Maulid Simtud Durar (Wahaitsu Tasyarrafatil Asma’u) yang banyak dibaca oleh kaum muslim Indonesia:
وَحَيْثُ تَشَرَّفَتِ الأسْمَاعُ بأَخْبَارِ هَذَا الحَبِيبِ المَحْبُوبِ
Dan ketika pendengaran mendapatkan kemuliaan dengan kabar kekasih yang tercinta ini,
وَمَا حَصَلَ لَهُ مِنَ الكَرَامَةِ فِي عَوَالِمِ الشَّهَادَةِ
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+