17 Dec 2024 · 1.729 dibaca · Sejarah
Laduni.ID, Jakarta - Tahun kesepuluh kenabian dikenal dengan sebutan “Tahun Duka Cita” (‘Amul Huzn). Disebut begitu karena di tahun ini istri Nabi SAW, Khadijah binti Khuwailid r.ha, dan pamannya, Abu Thalib wafat meninggalkan beliau. Ibnu Sa’d menuturkan dalam Thabaqat-nya, “Antara kematian Khadijah dan kematian Abu Thalib hanya selisih satu bulan lima hari.”
Khadijah r.ha, sebagaimana dikatakan Ibnu Hisyam, adalah “menteri” Islam yang ideal. Rasulullah SAW kerap mengadukan persoalannya kepada Khadijah, yang kemudian istrinya itu selalu menghibur dan membesarkan hati beliau. Sementara, Abu Thalib merupakan pendukung Rasulullah SAW dalam berbagai urusannya dan pengawal yang menjaganya dari keburukan kaumnya.
Ibnu Hisyam mengatakan, “Setelah Abu Thalib meninggal, kaum kafir Quraisy mengintimidasi Rasulullah SAW dengan berbagai tindakan yang tidak dapat dilakukan ketika Abu Thalib masih hidup. Bahkan, orang dungu kafir Quraisy berani melemparkan kotoran ke atas kepala Rasulullah
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+