Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · M. Asad Shahab, Jurnalis Kemerdekaan yang Mengabdi dengan Pena
✓ Terverifikasi Tim Riset

M. Asad Shahab, Jurnalis Kemerdekaan yang Mengabdi dengan Pena

lahir 1910 M · 1.935 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Bagi bangsa Indonesia, Asad Shahab adalah simbol seorang pejuang sejati yang berjuang tanpa pamrih. Hingga akhir hayatnya pada 5 Mei 2001, ia tetap dikenang sebagai wartawan tiga zaman yang telah memberikan kontribusi luar biasa dalam mengangkat nama Indonesia di mata dunia.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2  Riwayat Keluarga
1.3  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Pendidikan
2.2  Guru dan Sahabatnya

3. Karir-Karir
3.1 Debut di Dunia Jurnalistik
3.2 Mendirikan Kantor Berita APB
3.3 Jejak Internasional dan Penghargaan

4. Karya-Karya
5. Testimoni dan Kesaksian
6. Referensi

1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir

Muhammad Asad Shahab adalah seorang wartawan pejuang dan tokoh pergerakan nasional yang lahir di Jakarta pada 23 September 1910. Ia merupakan putra pasangan Ali Shahab bin Ahmad dan Aisyah Sahil (Isa). Sang ayah merupakan seorang Betawi berdarah Arab yang lahir di Kampung Pekojan Jakarta pada 12 Rabiul Awal 1282 H/4 Agustus 1865 M. Silsilah keluarga ini bersambung sampai Husein bin Ali bin Abi Thalib, putra Fathimah binti Rasulullah SAW.  

Dalam perjalanan hidupnya, Asad dikenal sebagai pribadi yang penuh dedikasi dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia melalui jalur jurnalistik dan komunikasi massa. Melalui karya-karyanya dalam bahasa Arab, ia menjembatani hubungan budaya antara Indonesia dan negara-negara Timur Tengah. Perannya sebagai jurnalis sekaligus penulis memperkuat citra Indonesia sebagai bangsa yang kaya akan sejarah dan budaya di kancah internasional.

Hingga hari ini, banyak juga yang mengira bahwa penyusun kitab Wadhi’ Labinati Istiqlal Indunusiya (Sang Perintis Kemerdekaan Indonesia) yang merupakan biografi KH. Muhammad Hasyim Asy'ari (Pendiri Nahdlatul Ulama atau NU dan Pesantren Tebuireng) ialah wartawan Arab karena ditulis dengan bahasa Arab dan terbit di Lebanon. Akan tetapi yang benar ialah M. Asad Shahab ini.

1.2  Riwayat Keluarga
M. Asad Shahab menikah dengan seorang perempuan bernama Ni’mah dan dikaruniai seorang anak bernama Ahmad Husein. Setelah sang istri mengalami sakit dan akhirnya wafat, ia menikah dengan seorang janda berdarah Padang bernama Su’ud yang telah memiliki putri bernama Aminah. Pernikahan yang kedua dikaruniai dua orang anak bernama Umniyah dan Abdul Muthalib.

1.3  Wafat
Bagi bangsa Indonesia, Asad Shahab adalah simbol seorang pejuang sejati yang berjuang tanpa pamrih. Hingga akhir hayatnya pada 5 Mei 2001, ia tetap dikenang sebagai wartawan tiga zaman yang telah memberikan kontribusi luar biasa dalam mengangkat nama Indonesia di mata dunia.

Karangan bunga duka cita terpasang di rumah duka dari beberapa kedutaan besar negara Timur Tengah seperti Saudi Arabia, Iran, Mesir Uni Emirat Arab, Kuwait, dan lainnya. Berbagai tokoh pun hadir nyelawat ke rumah duka di antaranya Presiden ke-4 RI, KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Pendidikan

Pendidikan formalnya dimulai di Madrasah Samailul Huda di Pekalongan pada 1924, kemudian berlanjut ke Madrasah Al Khairiyah Aliyah di Surabaya hingga 1932. Di Surabaya, ia juga memperdalam bahasa Belanda dan Inggris melalui kursus, sebagai bekal untuk memahami dunia internasional. Setelah menyelesaikan pendidikannya, ia kembali ke Jakarta dan melanjutkan studinya di Fakultas Hukum Universitas Indonesia hingga tingkat III, sembari mulai membangun karirnya sebagai penulis.

2.2  Guru dan Sahabatnya
Muhammad Asad Shahab berguru kepada Muhammad bin Hasyim bin Thahir, seorang ulama kesohor asal Yaman yang menjadi pengajar di Samailul Huda, Pekalongan. Darinya, ia mendapat banyak ilmu dan hikmah. Di sekolah ini pula, seorang tokoh nasional Abdullah bin Nuh menimba ilmu.

3. Karir-Karir
3.1

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+