29 Jan 2025 · 1.488 dibaca · Sosial Budaya
Laduni.ID, Jakarta - Ketika menjelang Idul Fitri, toko-toko pakaian ramai mendisplay Baju Koko. Seakan menjadi simbol religiusitas Muslim Indonesia, baju ini melengkapi suasana kemenangan setelah sebulan berpuasa. Namun, di balik popularitasnya yang identik disebut sebagai “Baju Takwa” atau “Baju Muslim”, tersembunyi kisah panjang tentang akulturasi budaya yang mempertemukan warisan Tionghoa, tradisi Jawa, dan nilai-nilai Islam.
Mungkin tidak sepenuhnya benar, tetapi banyak catatan yang menunjukkan bahwa Baju Koko yang kini diindentifikasi kaum Muslim Indonesia sebagai “Baju Takwa”, ternyata ada yang mengatakan berakar dari pakaian khas pria Tionghoa, Tui-Khim.
Sejak abad ke-20, ketika interaksi antara etnis Tionghoa dan pribumi kian erat, busana ini mulai diadaptasi oleh masyarakat lokal, terutama di kalangan Betawi. Seiring percampuran budaya, Tui-Khim berubah nama menjadi Tikim, lalu populer dengan sebutan “Baju Koko”. Nama ini berasal dari sapaan “Koko” yang merujuk pada lelaki keturunan Tionghoa,
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+