04 Mar 2025 · 1.056 dibaca · Hikmah
Laduni.ID, Jakarta - Hidup bagaikan samudra luas yang penuh gelombang. Ada yang terombang-ambing dalam arus keserakahan, ada yang tenggelam dalam ambisi tanpa ujung, dan ada pula yang memilih menepi, menanggalkan segala beban duniawi demi merenungi hakikat keberadaan. Ki Ageng Suryomentaram adalah satu dari mereka—seorang pangeran yang rela meninggalkan gemerlap istana demi menemukan kebijaksanaan sejati.
Tetapi, mungkinkah seseorang yang dilahirkan dalam kemewahan justru merasa gelisah? Apakah kedudukan dan harta benar-benar menjamin kebahagiaan, atau justru menjadi beban yang merantai manusia dalam penderitaan batin? Dalam dunia yang semakin materialistis ini, pelajaran apa yang dapat kita petik dari perjalanan hidup Ki Ageng Suryomentaram?
Antara Mahkota dan Panggilan Jiwa
Ki Ageng Suryomentaram, yang terlahir sebagai BRM Kudiarmadji, adalah putra dari Sultan Hamengkubuwana VII dari Kesultanan Yogyakarta. Sejak kecil, ia tumbuh dalam lingkungan yang penuh tata krama kebangsawanan, protokoler ketat, dan kehormatan yang dijunju
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+