Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Tuntunan Ibadah · Sosial Budaya

Refleksi Tradisi Membangunkan Sahur: Harmoni Budaya dan Keutamaan Religius dalam Ramadhan

06 Mar 2025 · 1.135 dibaca · Sosial Budaya

Laduni.ID, Jakarta - Ramadhan bukan hanya bulan ibadah, tetapi juga bulan yang kaya akan tradisi dan budaya yang diwariskan turun-temurun. Salah satu tradisi yang masih lestari hingga kini adalah membangunkan sahur. Di berbagai daerah di Indonesia dan negeri-negeri Muslim lainnya, kegiatan ini dilakukan dengan cara-cara unik yang mencerminkan kekayaan budaya masing-masing wilayah. Bukan sekadar membangunkan orang untuk makan sahur, tetapi tradisi ini juga menjadi wujud kebersamaan dan kepedulian sosial yang selaras dengan nilai-nilai Islam.

Di Indonesia, hampir setiap daerah memiliki cara khas dalam membangunkan sahur (baca: membangunkan orang untuk makan sahur). Misalnya, di Lampung dikenal dengan “klote’an”, di Gorontalo disebut “koko’o”, di Sulawesi Tengah ada “denga-dengo”, sementara masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan menyebutnya “bagrakan”. Di Jakarta, tradisi ini dikenal dengan “ngarak beduk”, di Semarang disebut “dekdukan”, dan di Cirebon ada “obrok-burok”. Selain

🔒
Lanjutkan membaca dengan Laduni+

Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+
← Kembali ke Tuntunan Baca di situs utama →