08 Mar 2025 · 839 dibaca · Islam Nusantara
Laduni.ID, Jakarta - Bulan Ramadhan selalu menghadirkan nuansa keagamaan yang khas di tengah masyarakat Muslim. Salah satu tradisi yang terus hidup di Indonesia dan berkembang di berbagai daerah, khususnya di perkampungan, adalah tadarus Al-Qur’an. Praktik ini mencerminkan semangat kolektivitas dalam beribadah dan mendalami makna kitab suci. Berbeda dengan suasana masjid-masjid di perkotaan yang cenderung lebih terstruktur dengan ceramah dan kajian, di daerah-daerah tradisi tadarus Al-Qur’an berlangsung secara lebih luwes dan mengakar dalam budaya masyarakat.
Secara etimologis, kata “tadarus” berasal dari bahasa Arab yang berakar dari kata “درس” yang bermakna belajar atau mengkaji. Setelah mengalami derivasi sesuai wazan “تفاعل” kata ini menjadi “تدارس” yang bermakna belajar bersama atau mengulang-ulang bacaan secara bergantian. Tentu di sini melibatkan lebih dari satu orang. Dalam praktiknya, tadarus Al-Qur’an dilakukan secara berkelompo
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+