12 Mar 2025 · 788 dibaca · Puasa dalam Budaya
Laduni.ID, Jakarta - Dalam khazanah kuliner Nusantara, kolak bukan sekadar makanan penutup yang lezat, tetapi juga menyimpan filosofi mendalam yang berakar pada nilai-nilai keislaman dan budaya Jawa.
Kolak kerap menjadi hidangan khas saat berbuka puasa di bulan Ramadhan. Kehadirannya bukan hanya untuk memanjakan lidah setelah seharian berpuasa, tetapi juga menjadi pengingat akan berbagai makna kehidupan yang terkandung dalam setiap komposisinya.
Konon, secara etimologis kolak dikaitkan dengan dua kata dalam bahasa Arab, yakni khala’ dan kholaqo. Kata khala’ bermakna “kosong”, yang dapat diartikan sebagai kondisi hati manusia yang seharusnya terbebas dari dosa dan keburukan, sehingga layak diisi dengan kebaikan dan ketakwaan. Sementara itu, kholaqo berasal dari akar kata yang sama dengan Khaliq, yang berarti “mencipta”. Makna ini menegaskan bahwa hidup manusia sejatinya harus selalu mendekat kepada Sang Pencipta agar memperoleh keberkahan dan keselamatan. Hal ini selaras dengan pesa
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+