17 Mar 2025 · 983 dibaca · Islam Nusantara
Laduni.ID, Jakarta - KH. Achmad Shiddiq, lahir di Jember pada 24 Januari 1926, adalah ulama dan pemikir NU yang memiliki kecerdasan luar biasa sejak kecil. Ia dibesarkan dalam lingkungan pesantren dan menimba ilmu di Tebuireng di bawah bimbingan KH. Hasyim Asy’ari, yang melihat potensinya dan mengkhususkan tempat belajar untuknya. Kedekatannya dengan KH. Wahid Hasyim membawanya ke lingkaran strategis NU dan pemerintahan, bahkan ia dipercaya menjadi sekretaris pribadi Wahid Hasyim saat menjabat Menteri Agama. Pemikirannya banyak dipengaruhi oleh kakaknya, KH. Mahfudz Shiddiq, dan ia sering berdiskusi dengan KH. Muchith Muzadi dalam merumuskan konsep ke-NU-an, seperti Khittah Nahdliyah dan Fikroh Nahdliyah.
Perjuangannya dalam mempertahankan kemerdekaan dimulai melalui GPII dan kiprahnya di pemerintahan sebagai kepala KUA Situbondo hingga Kepala Kanwil Kemenag Jatim. Di NU, ia berkembang dari tingkat wilayah hingga menjadi Rais Aam PBNU (1984-1991), menggantikan KH. Ali Ma’shum. Kepemimpinannya membawa NU kembali ke Khittah 1926,
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+